Paving Blok dari Limbah Gemparkan EXPO KKN UNDIP di Pemalang

Paving blok yang dibuat dari limbah plastic karya tiga mahasiswa Undip menjadi perhatian pengunjung EXPO KKN Tim I Undip di Pemalang, Sabtu (16/2/2019)

SIGIJATENG.ID, Pemalang – TIM 1 KKN Universitas Diponegoro telah melaksanakan Expo KKN UNDIP TIM 1 2019 Kabupaten Pemalang  yang bertempat di Pantai JokoTingkir, Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan, Sabtu (16/2/2019).

Dalam expo tersebut terdapat beberapa penampilan kesenian daerah yaitu Rebana dan angklung dari kecamatan Petarukan, Tari Tenong dari Kecamatan Pemalang, dan tari gambyong dari Kecamatan Bodeh. Selain ada penampilan dari kesenian, juga menampilkan UMKM yang ada di Kabupaten Pemalang dan workshop Batik khas Pemalang.

Terdapat banyak rangkaian acara yaitu jalan sehat yang diikuti hampir 400 masyarakat dan mahasiswa yang dilanjutkan bersih-bersih pantai Joko Tingkir yang ada di Desa Nyamplungsari Kecamatan Petarukan

Selanjutnya terdapat banyak stand yang menampilkan produk hasil mahasiswa selama pengabdian, Donor danar, Tes kesehatan gratis, sembako gratis dan Posko yang dibuat oleh KPU Kabupaten Pemalang.

Produk hasil dari mahasiswa selama pengabdian juga sangat menarik. Inovasi dan kreatifitas membuat stand expo mahasiswa semakin menarik. Salah satu dari stand expo mahasiswa yang menarik adalah dari stand Kecamatan Petarukan dengan menampilkan produk dan program unggulan, yakni alat pengolah limbah plastic menjadi paving blok yang ramah lingkungan atau yang disingkat Petik Pemalang.

Alat ini dibuat oleh tiga mahasiswa yaitu Rakhmat Aizzat Wahid, Permadi Wisnu, dan Anastasia Verdian. Alat yang dibuat ini telah mengalami uji coba sehingga menghasilkan produk paving blok yang bagus dan baik.

Inovasi yang dibuat pada alat ini adalah dengan menggunkan pembakaran tertutup, serta asap yang dihasilkan pada proses pemasakan dicuci melalui system pencucian udara kotor. Selain itu, selama ini paving blok yang terbuat dari plastic tidak memiliki pori sehingga ketika direndam dalam air maka akan mengapung.

Ketiga mahasiswa diatas berinovasi memberikan areng sekam padi pada cairan sampah yang telah meleleh sehingga pavingblok yan g dihasilkan memiliki unsur yang kuat dan berpori. Proses pembuatannya terdiri dari pembakaran sampah, penambahan areng sekam padi, dan proses pencetakan.

Alat yang dibuat bertujuan untuk mengolah limbah plastic menjadi barang yang lebih bermanfaat dari segi ekonomis. Alat ini juga disambut baik oleh pemerintah Kabupaten Pemalang, Universitas Diponegoro dan Tamu undangan lainnya ketika acara Expo Kabupaten Pemalang. Diharapkan alat ini dapat dikembangkan lagi sehingga bisa diproduksi secara massal.

“Saya sangat tertarik dengan alat ini, dikarenakan jika alat ini dikembangkan skla besar maka akan membantu menjaga lingkungan,” kata Titin, Kepala Balitbang BAPPEDA Kabupaten Pemalang. (*)

Berita dan Foto : TIM 1 KKN UNDIP 2019

Editor : Rizal

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here