Didenda Komdis Rp 175 Juta, PSIS Akan Naikkan Tiket untuk Bayar Denda

Suporter PSIS Semarang diminta untuk bisa lebih dewasa dengan mentataati aturan akan tidak merugikan tim di ajang Liga Satu 2019 ini.

SIGIJATENG.ID, Semarang – Kedewasaan para supporter sangat dibutuhkan dalam rangka mendukung dan membasarkan tim, termasuk tim PSIS Semarang. Karena ulah supporter yang negative bisa merugikan tim, termasuk merugikan secara finansial.

Setidaknya, inilah yang dirasakan PSIS Semarang saat ini. Menginjak pekan kelima kompetisi Shoppee Liga 1 2019, PSIS mendapatkan denda dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait tingkah laku buruk suporter.

Diberitakan di laman resmi PSIS, bahwa PSSI mengirimkan dua salinan keputusan (SK) kepada PSIS. SK pertama dengan nomor 011/L1/SK/KD-PSSI/VI/2019 terkait pelanggaran yang dilakukan pada laga PSIS Vs Persija Jakarta. Oknum suporter PSIS dan Persija di tribun barat kedapatan saling melempar botol.

Selain sanksi pelemparan botol, ada juga kembang api yang dinyalakan. Menurut laporan dari General Coordinator (GC), penyalaan kembang api dilakukan di tribun selatan timur, merembet ke tengah, dan barat selatan.

Akibat dua pelanggaran di laga kontra Persija, PSIS harus membayarkan denda sebesar 100 juta rupiah.

SK kedua yang dikirimkan oleh PSSI dengan nomor 016/L1/SK/KD-PSSI/VI/2019, terkait tingkah laku buruk suporter, terjadi pada laga Persebaya Vs PSIS.

Dalam surat tersebut, oknum suporter PSIS kedapatan melemparkan botol ke dalam lapangan.

Akibatnya, 75 juta harus dibayarkan oleh PSIS. Total denda yang harus dibayarkan yakni 175 juta rupiah.

Tentu saja, hal tersebut sangat merugikan PSIS. Karenanya, pihak PSIS menghimbau, para suporter untuk menaati peraturan yang ada sehingga klub kebanggaan masyarakat Semarang bisa menghindari sanksi-sanksi lain di pertandingan selanjutnya.

Adanya sanksi denda ini, Pihak PSIS mengambil langkah untuk membayarkan denda tersebut, yakni dengan menaikkan harga tiket di tribun barat.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi, menyayangkan adanya pelemparan botol di tribun barat dan penyalaan kembang api di tribun selatan.

“Kita menyayangkan adanya pelemparan botol dan penyalaan kembang api yang dilakukan pada pertandingan tersebut. Ayo, sekarang suporter iuran untuk bayar denda,” kata Yoyok Sukawi, Sabtu (15/6/2019).

Iuran tersebut akan diberlakukan dalam bentuk kenaikan harga tiket tribun barat untuk sekali pertandingan. Pembayaran denda Rp 100 juta tersebut akan dibayarkan dengan cara, sebanyak Rp 50 juta akan dibebankan pada tiket tribun barat untuk insiden pelemparan botol.

“Sementara itu, denda Rp 50 juta penyalaan kembang api akan dibebankan kepada Panser Biru sebanyak Rp 25 juta rupiah dengan cara menaikkan tiket tribun selatan,” kata Yoyok.

Sementara Ketua Panser Biru, Wareng, juga menghimbau untuk tidak membawa kembang api, petasan, dan lainnya, “Masalah petasan itu waktu pertandingan di tribun barat selatan dan ada juga dari selatan sesudah pertandingan. Karena bertepatan dengan puasa, jadi masih banyak yang bawa petasan. Untuk ke depan akan kita himbau supaya tidak bawa kembang api, petasan, dan lainnyaa,” ujar Wareng.

Terkait pelemparan botol saat dijamu oleh Persebaya, Wareng memberikan klarifikasi jika bukan dari pihaknya yang melakukan aksi tersebut.

“Untuk laga lawan Persebaya yang melakukan pelemparan adalah oknum suporter Persebaya. Oknum tersebut melempar ke lapangan. Kita punya videonya,” ujarnya.Berkaitan tidak adanya suporter PSIS yang melakukan aksi pelemparan botol di Stadion Gelora Bung Tomo, maka pihak Laskar Mahesa Jenar akan mengajukan banding. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here