‘Durian Shinta’, Duren Organik dari Jambu yang Legit dan Meleleh di Mulut

Afdhal Yusman (kanan) Aktor FTV dari Jakarta menunjukkan ‘Durian Shinta’

SIGIJATENG,ID, Ambarawa – Durian (baca duren) adalah buah dengan aroma khas. Bagi sebagian orang yang tidak suka, maka dia akan benar-benar tutup hidung, karena bisa langsung kepala pusing begitu mencium aroma buah yang kulitnya berduri ini.

Namun bagi penggila durian, jangan dikata. Setiap kali pergi ke dearah atau mungkin tempat yang kali pertama dipijak, dia akan langsung berburu durian. Seakan kurang lengkap acara travelingnya, jika belum menyempatkan makan duren dari daerah yang dikunjungi.

Jika Anda termasuk penggila durian, dan berkesempatan pergi ke Kota Semarang, Salatiga, Magelang, dan sekitarnya. Sepertinya Anda perlu mencoba ‘Durian Shinta’.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja setelah mencicipi Durian Shinta.

Durian Shinta hanya bisa didapatkan di Desa Bulusari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, tepatnya di rumah Bapak Ragil Giali. Desa Bulusari adalah sebuah desa berhawa sejuk dan dingin. Rutenya, jika dari Semarang ke Magelang, begitu sampai Kantor Kecamatan Jambu langsung belok kanan. Jaraknya sekitar 7 KM dari kantor kecamatan Jambu.  

Apa itu ‘Durian Shinta’? Nama tersebut diberikan oleh para pelanggan durian yang sudah ketagihan dengan enaknya durian tersebut. Kata ‘Shinta’ adalah diambil dari kata Shinta Ardhan, nama salah satu anak pemilik kebun durian ini , yakni pasangan suami istri Ragil Giali dan Dzuriyatul Yatimah.

H Budiono Isman, wartawan senior media ternama terbitan Jogjakarta.

Dipilihnya nama Durian Shinta juga bukan sembarangan. Karena Shinta juga termasuk orang terkenal di Kota Semarang. Shinta adalah jurnalis, presenter TV dan MC ternama di Kota Semarang.

Durian Shinta adalah durian organik ini yang ditanam dari bibit durian Pitoro di Dusun Pitoro Desa Genting Kecamatan Jambu ratusan tahun silam. Dan kini ditanam dan dibudidayakan oleh Ragil Giali di kebunnya seluas dua hektar di Desa Bulusari, Kecamatan Jambu, Kabupaten yang telah dikelolanya lebih dari 40 tahun. Ada 100-an batang pohon durian yang tubuh di lahan itu.

Durian Shinta memiliki perbedaan dan keunggulan dibanding durian pada umumnya. Durian Shinta  ini terbilang langka, karena dihasilkan secara organik, mulai dari tanah, proses tanam, hingga perawatannya, tanpa menggunakan pestisida maupun pengusir hama lainnya. Tidak ada bahan kimia untuk perawatan.

Inilah penampakan ‘Durian Shinta’

“Durian ini adalah durian organik. Karena tidak ada obat dan pupuk, obat dan lain-lain dari bahan kimia.  Kami usung tagline ‘Durian Shinta; senang membuat pecinta durian senang’,” kata Shinta Ardhani, Minggu (31/3/2019).

Ragil Giali tidak semata-mata mengejar keuntungan pribadi. Dia lebih mengutaman kepuasan dan kesehatan pelanggan. Karenanya, dalam merawatnyapun tidak pernah berpikir untuk melakukan perubahan cara perawatan, missal dari organik ke obat-obatan kimia. Alhasil… buahnya terasa sangat legit menggigit. Aroma dan rasa yang dihasilkan pun tak terlalu membuat pusing bagi durian lover.

“Untuk hasil panen tidak tentu. Misal tahun 2018 kemarin dari 100 pohon bisa menghasilkan sekitar 2 ribu buah. Tahun 2019 hanya bisa menghasilakn buah sekitar seribu buah. Ini disebabkan karena faktor alam. Namun kami tetap mempertahakan cara perawatannya. Kami ingin pelanggan puas dan sehat,” kata Shinta.

Durian Shinta tidak membuka lapak jualan. Durian di jual di rumah. Namun, durian organik yang dihasilkannya kerap menjadi jujugan bagi para pecinta durian dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang datang langsung menikmati durian di kebun, adapula yang minta dikirim ke tujuan.

Untuk bisa menikmati durian ini, bisa datang langsung ke kebunnya, atau bisa pesan melalui @shintaardhan, anak dari sang pemilik durian organik. Soal harga…?? Jangan kuatir.., tak bikin kantong menjerit.. Apalagi jika dibandingkan dengan rasanya yang bikin ketagihan.

“Tahun kemarin kita jualnya Rp 25 ribu /  kg . Sekarang Rp 35 ribu/ 1 kg,” kata Shinta.

Pelanggan yang datang sudah tidak terhitung. Mereka datang dari berbagai kalangan mulai dari  pejabat, polisi, orang media, dokter, milenial hingga artis ibu kota dan lain-lain.

“Rasanya luar biasa. Wuenak,” kata Afdhal Yusman Aktor FTV dari Jakarta sambil menikmati Durian Shinta, Minggu (31/3/2019).

“Saya sudah berkali-kali ke sini. Alhamdulillah, saya puas. Harga terjangkau, tapi rasanya benar-benar nendang. Kita bisa pilih rasa yang berbeda-beda,” kata H Budiono Isman, wartawan senior media terbitan Jogja, Minggu (31/3/2019).

“Durian ini meleleh di mulut saking  lembutnya,” kesan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja setelah mencicipi Durian Shinta beberapa waktu lalu. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here