Alhamdulillah, Pemprov Jateng Kucurkan Hibah Rp 205 Miliar untuk 170.949 Guru Madin

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dalam dialog interaktif Mas Ganjar Menyapa (MGM) dengan tema Insentif untuk Guru Madrasah Diniyah di Puri Gedeh, Selasa (2/1/2019). (foto sigijateng.id )

SIGIJATENG.ID, Semarang – Kabar menggembirakan bagi guru madrasah diniyah (madin), ustadz TPQ dan pengasuh pondok pesantren di Jateng. Dalam waktu dekat mereka akan mendapatkan  insentif dari Pemprov Jateng. Pada APBD 2019 ini, Pemprov Jateng menganggarkan dana Rp 205 Miliar yang akan diberikan kepada 170.949 orang. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan pemberian dana itu sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jateng terhadap kondisi guru madrasah agar semakin bermutu dan profesional dalam mendidik generasi ke depan.

“Kami ingin generasi nantinya menjadi manusia baik, mempunyai pemahaman baik tentang kehidupan. Bantuan ini juga karena para guru yang mengajarkan keagamaan belum semua ter-cover Kementerian Agama,” katanya dalam dialog interaktif Mas Ganjar Menyapa (MGM) dengan tema Insentif untuk Guru Madrasah Diniyah di Puri Gedeh, Selasa (2/1/2019) pagi.

Menurut Ganjar Pranowo, ada sebanyak 170.949 guru madin, TPQ dan pengasuh pondok pesantren yang terverifikasi Kemenag.

“Pola pencairannya sama seperti dana hibah lainnya melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng. Para penerima akan menerima dana itu melalui rekening dan alamat yang sudah didata sebelumnya,” katanya.  

Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin yang turut dalam kegiatan Mas Ganjar Menyapa berharap, para guru madin, TPQ dan pengasuh pondok pesantren membantu penguatan paham Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Semoga, dengan bantuan ini  bermanfaat dan tidak ada keluh kesah lagi dari para guru maupun ustad. Pondok pesantren, madrasah di Jateng ini penyumbang pendidikan keagamaan terbesat ketiga di Indonesia sejak sebelum kemerdekaan,” katanya.

Menurut Gus Yasin beberapa pemerintah daerah sudah mengalokasikan anggaran untuk para guru madin, seperti Rembang, Batang, Tegal, Batang, Pekalongan, Kudus, dan Kebumen. “Ketika sudah dapat bantuan, kita ajak kerjasama untuk menanggulangi paham radikal,” tandasnya.

Di akhir acara, Ganjar berpesan kepada para guru madin, TPQ dan pengasuh pondok pesantren untuk selalu memberikan pengajaran yang baik, begitu pula dengan para santri dan siswa untuk mengormati guru. Sehingga terwujud rasa saling peduli dan memahami.(Aris/Rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here