Cerita Jemaah Haji Asal Batang Sepulang dari Tanah Suci, Senangnya Bisa Naik Mobil Golf saat Tawaf di Mekkah

    Cerita Jemaah haji yang tergabung kloter 37 asal Kabupaten Batang memanfaatkan layanan fasilitas mobil golf saat melakukan tawaf di Mekkah. Foto: Istimewa

    Semarang (sigijateng.id) – Pemerintah Arab Saudi membuka fasilitas baru bagi jemaah haji dan umrah yang ingin melakukan tawaf menggunakan mobil golf di Masjidil Haram. Layanan ini bisa digunakan ketika tawaf di atap jembatan melingkar masjid. Fasilitas ini memudahkan mobilitas di tengah meningkatnya jumlah jemaah setiap tahunnya.

    Sebagaimana diketahui, Tawaf merupakan salah satu rukun yang dilakukan umat Muslim saat mereka melaksanakan haji atau umrah. Aktivitas ini berupa mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dan hanya dilakukan di Masjidil Haram.

    Berikut ini kisah pengalaman jemaah haji 2024 yang tergabung di Kloter 37 SOC Solo asal Kabupaten Batang Jawa Tengah merasakan kemudahan saat menjalankan Tawaf dengan menggunakan layanan mobil golf tersebut.

    Diusianya yang sudah senja, Rubiyati (80) jemaah haji lansia asal Kecamatan Bawang Kabupaten Batang merasa bersyukur terpanggil bisa melaksanakan ibadah haji 1445 Hijriyah di tanah suci tahun 2024 ini.

    Seluruh rangkaian ibadah haji mampu dilakukannya dengan lancar bersama jemaah lainnya. Mulai ibadah Arbain di masjid Nabawi di Madinah, lalu Armuzna hingga Tafaw dan Sa’I di masjidil haram Mekkah.

    “Alhamdulilah semuanya bisa saya lakukan dengan lancar. Banyak dibantu petugas dari Indonesia yang ramah dan baik. Senang sekali bisa naik mobil golf saat Tawaf,” ujar Hajjah Rubiyati saat ditemui dirumahnya paska pulang dari ibadah haji di tanah suci.

    Lansia yang sudah memiliki 5 orang cucu ini menceritakan, menaiki kendaraan mobil golf itu baru kali pertamanya dalam seumur hidup. Sebab, Rubiyati tinggal dan berdomisili di lereng pegunungan Prau yang jauh dari hiruk pikuk kota.

    “Iya seumur hidup bisa merasakan naik mobil golf saat di Mekkah,” katanya dengan nada polos.

    Tak sedikit hal serupa juga bisa dirasakan oleh jemaah haji lansia lainnya. Petugas pendamping ibadah haji Batang tahun 2024 Dra. Hj. Minarsih, M.Pd. mengatakan mobil golf ini sangat memudahkan jemaah haji lansia khususnya dalam melakukan Tawaf di masjidil haram Mekkah.

    Sebab, mengingat kondisi fisik mereka yang kebanyakan lansia. Layanan fasilitas mobil golf memudahkan jemaah haji melakukan tawaf. “Jemaah haji dari Batang yang tergabung di kloter 37 hampir 80 persennya lansia, fasilitas ini sangat membantu sekali,” kata Dra. Hj. Minarsih, M.Pd.

    Ia mengungkapkan, dengan keterbatasan petugas pendamping haji. Ada salah satu jemaah haji yang usianya masih muda dengan sukarela juga turut berperan ikut membantu melayani jemaah lansia. Jemaah haji lansia diarahkan untuk menaiki fasilitas mobil golf saat melakukan tawaf.

    “Saya justru sangat merasa senang dan terbantu, ada jemaah haji yang usianya muda dengan penuh semangat dan sukarela turut membantu jemaah yang kebanyakan lansia. Tak hanya memanfaatkan fasilitas mobil golf, tapi di kegiatan lain juga demikian,” bebernya.

    Kebutuhan menggunakan layanan fasilitas mobil golf, dirasa lebih membantu dan memudahkan jemaah haji lansia dalam melakukan aktifitas secara bersama-sama. Pasalnya, saat melakukan ibadah tawaf, jemaah bisa lebih leluasa tanpa harus berdesak-desakan dengan jemaah lainnya.

    Jemaah haji yang tergabung kloter 37 asal Batang, Toto Suwanto RZ (46) menambahkan jika layanan fasilitas mobil golf tak hanya diperuntukkan bagi jemaah difabel dan lansia saja, namun juga jemaah umum seperti halnya layanan skuter matik yang ada.

    “Sehingga bagi jemaah dengan kebutuhan khusus dan kelompok lanjut usia yang ingin Sa’I dan Tawaf menjadi mudah. Apalagi kebanyakan jemaah di kelompok saya 80 persennya lansia,” tutur Toto yang sukarela membantu melayani jemaah lansia melakukan aktivitas saat di tanah suci ini.

    Ia mengatakan Tawaf dan sai adalah rangkaian ibadah haji dan umrah di Masjidil Haram yang membutuhkan fisik prima. Tentunya, fasilitas layanan mobil golf benar-benar sangat dirasakan oleh jemaah. “Terlebih bagi jemaah berkebutuhan khusus maupun jemaah lansia,” ucapnya.

    “Meski ada layanan fasilitas skuter matik, kendaraan mobil golf lebih efisien dan meringankan jemaah. Bagaimana tidak, tarif hanya 25 riyal per orang sudah termasuk pajak (sekitar Rp 106 ribu). Selain itu, satu mobil golf bisa mengangkut 10 penumpang,” bebernya.

    Menurutnya, berbeda jauh dengan tarif menggunakan sekuter matik justru lebih mahal. Untuk paket Tawaf dan Sa’I tarifnya SR115 atau Rp 457.800 per orang. Sedangkan tarif pada saat Tawaf saja: SR57,5 atau Rp 228.800 per orang dan untuk Sa’i saja: SR57,5 atau Rp 228.800 per orang.

    “Jadi harga tersebut hanya berlaku untuk sekali penggunaan di area Tawaf dan Sa’i saja, Itu pun tidak termasuk layanan dari hotel ke terminal dan terminal ke Masjidil Haram,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, wacana tawaf menggunakan mobil golf tersebut sebetulnya sudah mencuat sejak 2014 silam. Saat itu, pemerintah Saudi melakukan penelitian itu untuk membantu jemaah dengan kebutuhan khusus dan kelompok lanjut usia yang ingin Sai dan Tawaf dengan mudah.

    Pemerintah Arab Saudi telah melakukan perluasan area tawaf atau mataf di Masjidil Haram. Dilansir dari Arab News melaporkan pada 22 Mei 2023 lalu, perluasan mataf di Masjidil Haram telah mendapat persetujuan untuk diberi nama The Saudi Riwaq.

    Proyek ini terletak di belakang halaman Abbasiyah yang mengelilingi halaman Ka’bah. Presiden Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci Abdulrahman Al-Sudais mencatat, proyek tersebut dimulai pada pemerintahan Raja Saud pada 1955 dan berlanjut pada masa pemerintahan Raja Faisal dan Raja Khalid, sebelum sepenuhnya dikembangkan pada era Raja Fadh, Abdullah, dan Salman.

    “Saudi Riwaq yang mencakup proyek perluasan mataf di belakang halaman Abbasiyah, yang mengelilingi halaman Ka’bah suci, didirikan ketika Raja Abdulaziz, pendiri Arab Saudi, memerintahkan perluasan Masjidil Haram untuk menampung semakin banyak jemaah,” ujar Al-Sudais kala itu.

    Perluasan mataf yang terdiri dari empat lantai ini disebut mampu menampung hingga 287.000 jemaah atau 107.000 jemaah per jam. (Dye)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini