Pemilu 2024 : Tak Rela Ganjar Direbut Golkar, PDIP Tunjukkan Sinyal Berikut Ini

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto : Istimewa

Jakarta (Sigi Jateng) – Wakil Ketua Umum Golkar, Nurdin Halid, melakukan tes ombak menyebut partainya siap menampung Ganjar Pranowo untuk maju di Pilpres 2024. Selain itu, pengurus Golkar di Jawa Tengah juga secara terbuka membuka diri untuk mendukung Ganjar sebagai capres ataupun cawapres di 2024.

Padahal Golkar sendiri secara resmi sudah menetapkan ketua umumnya Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. Lalu bagaimana dengan PDI-Perjuangan  yang belum menentukan nama bakal capres-cawapres untuk 2024? Apakah bisa menerima ide Ganjar diusung oleh Partai Golkar?

Menyikapi hal itu, PDI Perjuangan (PDIP) memberikan sinyal tidak akan rela jika Ganjar Pranowo, kadernya yang menjabat Gubernur Jawa Tengah diambil alih partai lain, termasuk Partai Golkar, sebagai calon presiden atau calon wakil presiden di Pemilu 2024.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah memberikan sinyal penolakan jika Ganjar nantinya  berusaha direbut Golkar. Baginya, pernyataan Nurdin tersebut adalah sinyal keputusasaan. “Sinyal keputusasaan setelah berulangkali membujuk Bung Ganjar Pranowo, namun Bung Ganjar tak pernah tertarik,” kata Hasto, Minggu (14/11/2021).

Hasto juga menyindir sebaiknya partai politik melahirkan calon pemimpin dari proses kaderisasi sendiri. Bukan hasil membajak kader partai lain, seperti yang berupaya dilakukan Nurdin terhadap Ganjar.

Menurutnya, Ganjar berhasil menunjukkan sikapnya yang konsisten untuk memilih bekerja mengatasi pandemi Povid-19 daripada memikirkan Pilpres 2024. Sikap ini sejalan dengan perintah partainya yang dikeluarkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Hasto juga mengatakan pernyataan Nurdin itu adalah salah satu wujud terbuka godaan yang kerap datang kepada kader PDIP. Tak bisa dipungkiri bahwa kader PDIP memang berkualitas karena dididik untuk menjadi calon pemimpin bangsa yang terbaik. Dengan demikian banyak menarik perhatian untuk direbut partai lain.

Dikatakan Hasto, godaan demikian justru merupakan ujian kepemimpinan bagi kader PDIP seperti Ganjar. Kemampuan menahan godaan kekuasaan itu justru akan menunjukkan sejauh mana kematangan mentalitas, kedisiplinan, hingga loyalitas yang bersangkutan.

“Di sinilah loyalitas dan dedikasi setiap kader akan diuji. Hasil ujian itulah yang akan menentukan tentang karakter kepemimpinan seseorang, apakah akan hadir sebagai kader yang setia pada garis kebijakan partai atau tergoda pada bujukan kekuasaan,” beber Hasto.

Sinyal tak rela jika Ganjar direbut partai Golkar juga ditunjukkan oleh Politikus Senior PDIP, Hendrawan Supratikno. Mantan Ketua DPP PDIP ini menyebut bahwa wacana soal Ganjar diusung Golkar hanya muncul dari kalangan terbatas kader partai berlambang pohon beringin itu.

Padahal pimpinan pusat Golkar, dalam hal ini DPP Partai Golkar yang diketuai Airlangga Hartarto, belum pernah menyebut-nyebut akan menarik Ganjar untuk pemilu depan. “Kalau yang bicara ketua umum, baru kita percaya dan kredibel. Kalau bukan ketua umumnya, maka itu hanya berisik saja, sekadar testing the water,” tandas Hendrawan. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here