Benar-benar Terjadi, Adly Fairuz Dilucuti Bajunya saat Kampanye, Ini Kesalahannya

Caleg Partai Nasdem Adly Fairuz dipaksa melucuti (melepas) baju partainya saat menemui kader partai Nasdem di Desa Bulak, Kecamatan Rowosari Kendal

SIGIJATENG.ID, Kendal – Peristiswa yang seharusnya tidak terjadi menimpa artis ibu kota Adly Fairuz. Dia dipaksa melucuti (melepas) baju partainya dan menggantinya dengan kaos oblong putih saat menemui kader partai Nasdem di Desa Bulak, Kecamatan Rowosari Kendal baru-baru ini.

Penyebabnya adalah kegiatan kampanye yang mendatangkan Caleg DPR RI Dapil Jateng I nomor urut 5 ini tidak dilengkapi izin kampanye.

Panwaslucam Rowosari segera memperingatkan Adly Fairuz yang baru saja turun dari mobil agar tidak berkampanye dan tidak mengenakan atribut partai.

 “Iya bu, tidak ada kampanye. Kami ke sini cuma untuk menemui kader partai,” kata Adly, yang tak lama kemudian atas inisiatif sendiri melepas baju partai yang dikenakannya lalu hanya kenakan kaos oblong putih.

Ketua Panwaslu Kecamatan Rowosari Yumrotun, diberitakan beritajateng.net,  mengatakan setiap kegiatan kampanye harus disertai Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang diterbitkan oleh kepolisian dan memberitahukan kepada Bawaslu dan KPU.

 “Info yang kami dapat, kegiatan yang dihadiri Adly Fairuz bersifat internal untuk kader partai. Yang diundang para kordinator desa dari timses pemenangan caleg DPR RI Dapil Jateng ini,” terangnya.

Menerima informasi tersebut, tambah Yumrotun, timnya melakukan pengawasan dan memastikan tidak terjadi pelanggaran.

Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardayani, membenarkan tindakan yang dilakukan jajarannya di tingkat kecamatan. Dikatakannya, pihaknya mempersilahkan peserta Pemilu berkampanye selama mengantongi izin dari pihak yang berwenang.

 “Prinsip kami dalam melakukan pengawasan adalah Cegah, Awasi dan Tindak (CAT). Yang dilakukan oleh tim Panwascam Rowosasi sudah sesuai SOP,” tegasnya.

Koordinator Kecamatan dari Timses Caleg bernomor urut 5, Bambang Widodo mengklaim pihaknya tidak mengundang masyarakat. Dikatakannya, yang diundang hanya kader partai dan koordinator desa. (Aris/Rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here