Temukan 4 Sapi Lumpuh dan Terpapar PMK, Satpol PP Akan Robohkan Lapak

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto dan dokter hewan Dinas Pertanian Kota Semarang Mirawan Devi saat melakukan sidak ke lapak hewan di sekitar Gunungpati Semarang, Kamis (30/6/2022). (Foto. Mushonifin/sigijateng.id)

Semarang (Sigijateng.id) – Dinas Pertanian Kota Semarang bersama Satpol PP menemukan 6 ekor sapi yang terkena virus PMK di sebuah lapak pinggir jalan di Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang pada Kamis (30/6/2022).

Sebanyak 6 ekor sapi tersebut ada di antara puluhan hewan lainnya yang akan diperjual-belikan untuk berkurban pada perayaan Idul Adha tahun ini. Sedangkan, diantara 6 ekor itu, empat ekor sapi sudah dalam kondisi lumpuh lantaran luka pada kukunya telah menginfeksi sekujur kaki.

Atas temuan tersebut, Satpol PP Kota Semarang berrencana merobohkan lapak hewan itu. Selain itu, lapak hewan yang ada di lokasi tersebut tak memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas terkait.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, saat sidak penjualan hewan qurban di wilayah itu, ada tiga lokasi penjualan hewan qurban yang di sidak. Pertama, Lapak milik Agus, kedua lapak “berkah ibunda” dan lapak milik Haji Sodikun

Dalam pengecekan tersebut Fajar Purwoto juga didampingi Kepala Satpol PP Jawa Tengah Budi Santoso, Dinas Pertanian Kota Semarang dan Dinas Perdagangan Kota Semarang.

Saat mengecek kondisi sapi milik Agus Riyanto, Petugas mendapati Dua sapi dalam Gejala PMK karena mengeluarkan air liur dari mulut. Setelah dicek kedua sapi itu terpapar PMK dalam batas wajar.

Petugas kemudian mengecek sekitar 15 sapi milik Sodikun. Semuanya dalam kondisi sehat. Terakhir, petugas gabungan menyambangi lapak “Berkah Ibunda”. Petugas mendapati empat sapi dalam kondisi lumpuh dan tidak bisa berdiri. Di empat kaki sapi itu pun terdapat luka serta mengeluarkan air liur.

Petugas kemudian mengecek kondisi kesehatan sapi itu. Alhasil keempatnya terpapar PMK.  “Ini empat sapinya terpapar PMK ndan,” ucap dokter hewan Dinas Pertanian Kota Semarang Mirawan Devi kepada Fajar.

Fajar Purwoto kemudian mengundang pengelola lapak itu yang mengaku bernama Hartono. Hartono mengakui empat sapinya terpapar PMK. “Iya terpapar PMK Semua. Surat keterangan Kesehatan hewan ketinggalan di rumah,” ujar Hartono.

Fajar Purwoto kemudian menegur Hartono agar memisahkan sapi yang sakit dengan yang sehat. “Ini sapimu semua harus dikembalikan ke daerah asal biar tidak mewabah di Kota Semarang. Kalau engga dipindahkan, lapakmu saya robohkan!,” tegas Fajar.

“Jangan keras keras to pak tindakannya. Kita kan buka usaha,” timpal Hartono saat dilokasi yang sama.

“Semua harus sesuai aturan. Gak ada toleransi. Kalau hari ini tidak kamu pindahkan, besok Jumat pagi jam 09.00 wib lapakmu saya robohkan. Ini PMK sapimu sudah parah,” kata Kasat Pol PP Fajar.

Hartono pun hanya bisa pasrah mendengar hal itu. Ditemui usai sidak, Hartono mengatakan sapi itu dari dalam dan luar Kota. “Sebenarnya sebelum saya ambil, sapinya sudah diperiksa dinas kesehatan dan disuntik,” bebernya

Dia menuturkan sapinya terpapar PMK sudah sejak 7 hari lalu. Dia berjanji akan memindahkan sapi yang sakit ke tempat isolasi. (Mushonifin)

Berita Tebaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here