Puncak Perayaan Waisak 2566 BE akan Diterbangkan 2.022 Lampion di Candi Borobudur

Ilustrasi. Penerbangan lampion perdamaian saat perayaan Waisak di Candi Borobudur, Magelang. Foto : pixabay.com

Magelang (Sigijateng.id) –  Sebanyak 2.022 buah Lampion buatan dari Thailand, rencananya akan diterbangkan pada puncak penutupan perayaan Waisak 2566 BE di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Senin (16/5) malam besok.

Jumlah lampion sebanyak 2.022 buah yang akan diterbangkan itu sama seperti angka tahun 2022. Penerbangan direncanakan akan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama pukul 19.30 WIB dan pukul 21.00 WIB.

“Kita rencana jumlahnya ada 2022, jadi kalau diterbangkan satu sesi lihatan crowded sekali. Jadi dibagi, jam 7.30 dan 9 (malam),” kata Ketua 2 DPD Walubi Jateng, Tanto Soegito Harsono, kepada wartawan di sela-sela ‘Bhakti Sosial Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2566 BE – 2022’ di Candi Borobudur, Sabtu (14/5/2022).

Untuk penerbangan lampion tersebut bisa diikuti masyarakat umum. Warga bisa mendaftarkan diri ke panitia di lokasi. “Umum (diikuti masyarakat umum). Kalau itu umum, masyarakat siapa pun boleh ikut, bebas. (Lampion ini buatan) Thailand,” kata Tanto.


Ilustrasi. Penerbangan lampion perdamaian saat perayaan Waisak di Candi Borobudur, Magelang. Foto : pixabay.com

Menurut Tanto, dimensi ukuran lampion satu meter. Nantinya satu lampion diterbangkan oleh empat orang. “Itu (lampion bahan) katanya sejenis tisu. Jadi itu (diterbangkan) akan habis akan terbakar di udara nggak sampai turun tanah. Karena tisu itu mudah sekali terbakar,” tuturnya.

Tanto menuturkan, lampion buatan Thailand ini pernah diterbangkan di Candi Borobudur saat perayaan Waisak tahun 2019.

“Ada perbaikan. Jadi kita setiap tahun, kita pelajari ini kekurangannya apa, nah masih kita perbaiki sehingga tahun-tahun berikutnya lebih baik. 2019 pakai ini. Sudah sering sih, sebelum-sebelumnya sudah pernah sih, cuman memang tiap tahun kita cari yang lebih baik. Kita perbaiki lebih baik,” tuturnya.

Tanto menambahkan, makna lampion adalah pelita. Setiap manusia memiliki pelita kehidupan.

“Lampion itu kan pelita, jadi pelita itu setiap manusia dan kehidupan pasti kan ada pelita. Kita semuanya memanjatkan doa bisa semuanya lancar, semua sehat, semua rukun dan semua bahagia,” tutupnya. (Dye)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here