Biografi Utsman Bin Affan, Tahun Lahir, Anak, Istri-istrinya serta Kisahnya Saat Masuk Islam

Ilustrasi

SIGIJATENG.ID –  Sahabat Ustman bin affan adalah khalifah ketiga. Dia terkenal sangat kaya dan dermawan. SIfatnya sangat lemah lembut. Dia juga salah menantu rasul Muhammad SAW.

Nama lengkapnya Utsman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf, radhiyallahu ‘anhu. Ia adalah Khalifah ketiga umat Islam, setelah Abu Bakar dan Umar bin Khaththab. Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kakek yang keempat, yaitu Abdu Manaf. Dari sisi ibu, nasab keduanya bertemu pada Urwa binti Kariz. Ibunda Urwa adalah Baydha binti Abdul Muththalib, bibi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

BACA JUGA : Utsman bin Affan: Seorang Hartawan dan Pemalu

BACA JUGA : Lima Sahabat Nabi Muhammad Yang Terkaya dan Masuk Surga

BACA JUGA : Nama Asli Ali bin Abi Thalib dan Jumlah Anaknya

Kelahirannya

Utsman bin Affan lahir enam tahun setelah Tahun Gajah, tepatnya pada 47 tahun sebelum hijrah. Usianya enam tahun lebih muda daripada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dilahirkan di Thaif, daerah subur di kawasan Hijaz.

Kisah Keislamannya

Jalan kehidupannya berubah ketika dadanya tiba-tiba disesaki rasa cinta kepada Ruqayyah binti Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia telah mengenal keutamaan gadis itu dan kemuliaan serta kejujuran ayahnya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun kedukaan memenuhi dadanya saat mendengar gadis pujaannya itu dinikahi oleh Utbah bin Abi Lahab.

Dalam keadaan duka ia bertemu dengan bibinya, Su’da binti Kariz, yang memberitahukannya tentang kemunculan seorang nabi yang akan menghapus penyembahan berhala dan menyerukan ibadah kepada Rabb Yang Maha Esa. Su’da membujuk Utsman agar mengikuti agama Sang Nabi.

Utsman kemudian menemui Abu Bakar dan menyampaikan kabar yang disampaikan bibinya. Abu Bakar berkata, “Perkataan bibimu dan kabar yang dikatakannya itu benar, wahai Utsman. Kau laki-laki yang pandai dan bijaksana. Kebenaran tidak akan tersembunyi darimu dan tidak akan dibiaskan oleh kebatilan. Tidakkah kau memerhatikan berhala-berhala yang disembah kaum kita ini? Bukankah mereka itu hanyalah bebatuan yang bisu, tuli, dan buta?”

“Benar.”

“Wahai Utsman, kabar dari bibimu itu telah menjadi kenyataan. Allah telah mengutus Rasul-Nya yang ditunggu-tunggu. Ia membawa agama yang benar bagi seluruh manusia.”

“Siapa dia?”

“Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib.”

“Muhammad yang digelari al-shadiq al-amin?”

“Ya, dia.”

“Maukah engkau menemaniku menemuinya?”

“Baiklah.”

Keduanya beranjak pergi menemui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika memandang Rasulullah dan mendengar seruannya, hati Utsman dipenuhi kedamaian dan ketenangan. Ia kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat.

Karena keislamannya, Utsman mendapat penentangan yang keras dari kaumnya, Bani Abdu Syams, khususnya dari pamannya, Al-Hakam. Ia berkata kepada Utsman, “Apa kau akan meninggalkan agama nenek moyangmu demi agama baru? Demi Tuhan, aku tidak akan membiarkanmu hingga kau meninggalkan agamamu.”

Utsman menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan pernah meninggalkan agamaku. Aku juga tidak akan berpisah dari nabiku sepanjang hayat dikandung badan.”

Karena tekanan yang demikian keras dari kaumnya itulah yang menyebabkan Utsman hijrah bersama keluarganya ke Habasyah (Abbisinia).

Istri-istri dan Anak-anak Utsman bin Affan

Istri pertama Utsman adalah Ruqayyah binti Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Utsman menikahi Ruqayyah setelah mendengar kabar bahwa gadis pujaannya itu telah diceraikan oleh suaminya karena benci kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah Ruqayyah wafat pada 2 H, karena sakit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahkannya dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum.

Selama hidupnya Utsman pernah menikah dengan delapan wanita. Dari pernikahannya itu ia dikaruniai sembilan putra dan enam putri.

Berikut ini isteri-isteri Utsman beserta anak-anaknya:

  1. Ruqayyah binti Rasulullah. Darinya Utsman memiliki anak yang bernama Abdullah yang meninggal pada usia 6 tahun.
  2. Ummu Kultsum binti Rasulullah. Darinya Utsman tidak memperoleh keturunan. Ummu Kultsum wafat pada 9 H.
  3. Fakhitah binti Ghazwan. Darinya Utsman memperoleh anak bernama Abdullah yang juga wafat saat masih kecil.
  4. Ummu Amr binti Jundub, yang memberinya beberapa anak, yaitu Amr, Khalid, Abban, Umar, dan Maryam.
  5. Fathimah binti Al-Walid Al-Makhzumiyyah, yang memberinya tiga orang anak, yaitu Sa’id, Al-Walid, dan Ummu Sa’id.
  6. Ummu Al-Banin binti Uyaynah bin Hishn Al-Fazariyyah, yang memberinya anak bernama Abdul Malik, namun ia meninggal dunia di usia dini.
  7. Ramalah binti Syaibah bin Rabiah, yang memberinya anak bernama Aisyah, Ummu Iban, dan Ummu Amr.
  8. Nailah binti Al-Farafashah, yang melahirkan Maryam junior.

Ketika wafat, Utsman meninggalkan 3 orang istri, yaitu: Ummu Al-Banin, Fakhitah, dan Nailah.

Julukan  Utsman bin Affan

Pada masa jahiliyyah ia disebut dengan nama panggilan Abu Amr. Setelah masa Islam, ia lebih sering dipanggil Abu Abdullah, yang diambil dari nama putranya dari Ruqayyah. Ada pula yang menyebutkan , di masa jahiliyyah Utsman sering dipanggil Abu Layla, karena kelembutan dan keramahannya kepada sesama.

Julukannya yang paling terkenal adalah Dzunnurain—Sang Pemilik Dua Cahaya. Itulah julukan yang paling disukainya. Julukan itu diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia mendapat julukan itu karena keutamaannya menikah dengan dua putri nabi, Ruqayyah dan Ummu Kultsum. (tarbawiyahcom/aris)

Baca Lebih Lingkap Klik Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here