Semarang Keras Lur, Suporter Dukung Keputusan PSIS Lepas Ibrahim Conteh

Ibrahim Conteh, salah satu pemain asing PSIS

SIGIJATENG.ID, Semarang – Ketatnya persaingan serta tuntutan manajeman dan supporter agar PSIS Semarang bisa memenuhi targetnya di Liga Indonesia 2019, manajemen PSIS kembali mengeluarkan keputusan mengejutkan sebelum kompetisi berlangsung.

Jika tahun 2018 kemarin PSIS Semarang mendepak pelatih Subangkit setelah turnamen Piala Presiden 2018, kali ini giliran pemain asingnya yang didepak, yakni Ibrahim Conteh. Semarang memang keras, lur..

Jika tahun kemarin target PSIS bisa menemubus 10 besar di klasemen akhir dan itu terpenuhi, tahun ini target PSIS bisa berada di posisi lima besar klasemena akhir.

Alasan PSIS melepas Conteh karena performanya dinilai menurun saat babak penyisihan grup turnamen Piala Presiden 2019. Mahesa Jenar tersisih gagal melaju ke babak delapan besar, setelah kalah bersaing dari tim promosi Kalteng Putra FC. PSIS kalah selisih gol dengan Kalteng Putra dan Persipura.

Manajemen Mahesa Jenar memilih untuk menyiapkan opsi menjual atau meminjamkannya ke klub lain.  Keputusan mengejutkan itu diambil setelah manajemen bersama tim pelatih PSIS Semarang menggelar evaluasi total setelah kegagalan di turnamen Piala Presiden 2019, di sekretariat PSIS, Rabu (20/3/2019).  Conteh sendiri sebenarnya masih memiliki ikatan kontrak dengan PSIS dalam setahun ke depan.

CEO PSIS, A.S. Sukawijaya, mengungkapkan salah satu poin penting dalam evaluasi tersebut yakni akan melepas gelandang asing Ibrahim Conteh. Hasil evaluasi ini tentu saja mengejutkan, namun dinilai dari performa selama pergelaran Piala Presiden, Conteh tidak maksimal di lini tengah.

“Performa Conteh yang menurun dan tidak sesuai skema tim 2019, rencana akan dilepas untuk dijual atau dipinjamkan. Kami akan datangkan pemain asing baru posisi midfield dari Brasil,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi tersebut.

Selain mendatangkan pemain dari Brasil, Yoyok juga akan mendatangkan satu pemain asing Asia berposisi gelandang. Sang pemain diutamakan mempunyai kemampuan eksekusi bola mati dan pengatur serangan.

“Salah satu kelemahan PSIS di Piala Presiden, yakni tidak adanya playmaker dan eksekutor bola mati. Musim kemarin kami masih memiliki Bruno Silva, tetapi musim ini terlihat kelemahan PSIS tanpa pemain yang memiliki kemampuan tersebut. Kelemahan di lini tengah terlihat sekali,” tambahnhya.

Disisi lain, manajemen dan tim pelatih juga menyoroti fisik pemain yang masih lemah, serta secara teknis chemistry belum terbangun. “Persoalan fisik lemah akan kami tuntaskan dengan TC di Bandungan. Adapun untuk membangun chemistry selain TC juga diagendakan uji coba,” pungkasnya.

Keputusan mengejutkan PSIS tersebut didukung salah supporter PSIS Hariyanto. Menurut Bahrudin, keputusan manajemen tersebut tentu sudah melalui pertimbangan yang matang. Keputusan tersebut adalah salah satu ihtiar manajemen dalam rangka meningkatkan performa PSIS di laga sesungguhnya, sekaligus untuk bisa memenuhi targetnya, yakni bercokol di papan lima besar. “Saya support keputusan tersebut. Semoga nantinya mendapat pemain pengganti yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan tim,” kata supporter PSIS asal Purwodadi ini. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here