Keji! Pemuda Nekat Menusuk Wanita Open BO di Pekalongan dengan Gunting Berujung Dipenjara, Ini Motifnya

Ilustrasi. Foto: freepik

Pekalongan (sigijateng.id) – Perlakukan sadis seorang pemuda inisial AS (20) warga Legokcili, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, nekat menganiaya wanita inisial MS (37) yang dikencaninya via aplikasi online.

Peristiwa itu terjadi di salah satu tempat kos di Ambukembang, Kedungwuni, Pekalongan. Pelaku nekat menganiaya korban MS secara brutal dan sadis.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wahyu Rohadi mengatakan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (7/4) malam di kamar kos korban. Korban merupakan warga Kecamatan Karangdadap. Tak berselang lama usai menganiaya korban, AS diringkus polisi saat bersembunyi di rumahnya.

“Alhamdulillah, dalam kurun waktu tidak sampai 1×24 jam pelaku berhasil bisa kita amankan. Pelaku satu orang,” kata Wahyu kepada awak media seusai memimpin apel persiapan takbir di Mapolres Pekalongan, Selasa (9/4/2024).

Wahyu mengatakan, selain berupaya membunuh, AS juga menggondol ponsel milik korban.

“Jadi yang bersangkutan ini berusaha untuk menghilangkan nyawa mungkin ya,” kata Wahyu.

“Dari laporan Kasat Reskrim ada upaya-upaya mulai dari membekap dengan bantal, kemudian melakukan penusukan di area leher dan area perut, kemudian juga melilit leher dengan kain. Setelah itu pelaku meninggalkan TKP karena merasa korban ini sudah hilang nyawa,” ungkap dia.

Menurut Wahyu, AS melakukan perbuatan sadis itu dengan dalih tersinggung oleh perkataan korban.

“Motifnya sementara ini pelaku sakit hati karena ucapan korban. Si korban ini mengatakan jangan lama-lama, karena masih ada pelanggan yang lain,” ujar dia.

Wahyu menambahkan, pelaku dan korban tidak saling kenal. “Hubungan pelaku dengan korban tidak ada, murni transaksional melalui aplikasi MiChat,” ungkapnya.

Korban saat ini masih menjalani perawatan di RSI Pekajangan. “Saat ini korban masih dirawat di RS. Dia ditusuk menggunakan gunting sebanyak dua kali, dan dengan pisau sebanyak dua kali. Di area leher dua kali, perut dua kali,” sebut Wahyu.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku AS dijerat pasal 338 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini