Duh! Bolos Sekolah Seorang Pelajar di Kendal Tewas Hanyut di Aliran Kali Kuto Usai Dikejar Monyet Liar

Tim gabungan Basarnas, BPBD Kendal, Batang, Polsek Pageruyung berhasil menemukan korban tenggelam dalam kondisi sudah meninggal dunia, Minggu (14/8/2022). Foto : Dok. Basarnas

Kendal (Sigijateng.id) – Diduga tak bisa berenang, salah seorang pelajar hanyut dan tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Kuto tepatnya di Dusun Bulupitu Desa Surokonto Kulon Pageruyung pada Sabtu (13/8/2022) kemarin.

Kapolsek Pageruyung Iptu Adi Winarno mengatakan, korban Muhammad Bintang Pratama pelajar kelas 8 SMP negeri 2 Rowosari warga Tambaksari Rowosari berenang bersama dua temannya yakni Bayu Kusumo kelas 9 dan Muhammad Rendi Haidar kelas 7.

Disampaikan, Sabtu kemarin sekira pukul 11.00 WIB, ketiganya berada di lokasi DAS Kutho di Dusun Bulupitu Desa Surokonto Kulon. Mereka tidak bersekolah alias membolos, saat sedang berenang di lokasi tersebut ada monyet liar yang mengejar korban.

“Karena merasa ketakutan saksi-saksi dan korban lari ketakutan lalu mencebur ke dalam Kali kutho. Tetapi teman-temannya berhasil menyeberang sementara korban terpeleset sehingga jatuh dan hanyut terbawa derasnya aliran air serta tenggelam,” terang Kapolsek, Minggu (14/8)

Bahkan, kedua teman korban berusaha menolong tapi karena derasnya aliran sungai, korban tidak dapat terselamatkan dan hanyut terbawa arus air.

”Setelah mengetahui korban hanyut, temannya melaporkan kejadian ke Polsek Gringsing Batang karena lokasi kejadian berbatasan dengan wilayah Gringsing Batang. Tetapi karena lokasi kejadian masuk dalam wilayah Pageruyung maka menghubungi Polsek Pageruyung,” imbuhnya.

Sementara itu, tim gabungan Basarnas, BPBD Kendal dan Batang serta Polres Kendal dan Polres Batang berupaya melakukan pencarian. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dan menyisir di sekitar DAS yang beraliran cukup deras.

“Setelah dilakukan pencarian tim gabungan Minggu 14 agustus 2022 sekitar pukul 09.30 WIB korban berhasil ditemukan keadaan meninggal dunia,” terang Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto melalui keterangan tertulisnya.

Lanjut Heru, upaya pencarian dibagi menjadi 3 Search Rescue Unit (SRU) dengan pembagian SRU 1 melaksanakan pencarian dengan metode susur sungai dari tempat kejadian sampai bendung Kedung Asem.

Sedangkan SRU 2 melaksanakan pencarian dari bendungan kedung asem hingga jembatan Kutho serta SRU 3 melaksanakan pencarian dengan peruhu karet. Akhirnya upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan membuahkan hasil.

“Korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi terpeleset atau di Dukuh Sipring Desa Kutosari Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka,” jelas Heru. (Red)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here