Dua Tahun Menunggu, Dua Perempuan Disabilitas Ini Akhirnya Bisa Sampai di Tanah Suci

Jemaah umroh dua orang kakak beradik asal Cantengah Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang, Munaroah dan Mukayanah. ( foto aris syaefudin/sigijateng.id)

MEKAH – Biro umroh PT Masya’aril Haram Tour (Mastour) memberangkatkan jemaah umrah sebanyak 180 orang pada Selasa dan Rabu (10-11 Mei 2021). Mereka berasal dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Tengah, terbanyak adalah dari Kota Semarang, Wonosobo, Kabupaten Semarang, Kendal.

Rombongan terbagi dalam empat kelompok dengan pembimbing dan tour leader KH Masduq Haririe AH (Tuntang Semarang), Nyai Hj Umi Kulsum (Wonosobo), KH Agus Fathudin Yusuf (Kota Semarang), KH Dikhyah Yusuf (Kendal), dan H Aris Syaefudin Z (Kota Semarang), serta Muthowif (gaet) Ibnu Salam, Moh Bashori, Khotib Toha dan Adam.

Jemaah PT Mastour berfoto bersama usai menjanlan thowaf dalam rangkaian ibadah umroh, Kamis (12/5/2022). ( foto aris syaefudin/sigijateng)

Dari 180 orang itu, sebanyak 130 orang jemaah tiba di Kota Mekah pada Rabu pagi (11/5/2022), sedangkan 50 orang jemaah tiba di Mekah hari Rabu malam (11/5/2022) waktu setempat. Ketika sampai di Kota Mekah, para jemaah sudah mengenakan pakaian Ihram untuk umroh wajib.

Kedatangan jemaah rombongan yang tiba pagi hari diterima oleh Direktur Utama PT Mastour H Syarqowie Gozali Amin di Hotel Alwafa kawasan Azizah untuk transit. Kemudian, selepas sholat Azar jamaah pindah ke hotel Anjum di sekitar Masjidil Haram. Jemaah akan tinggal di Hotel Anjum direncanakan sampai Senin mendatang kemudian memuju Madinah.

Sedangkan kedatangan jemaah rombongan yang tiba malam diterima H Syarqowie Gozali di Hotel Olaayan, di Ajzad Musafi. Jamaah akan tinggal di Olaayan sampai Senin mendatang, kemudian menuju Madinah.

Perjalanan panjang dan jauh dari rumah masing-masing sampai di Tanah Suci tentu melelahkan. Namun begitu mereka melihat Masjidil Haram dan berhasil menatap Ka’bah secara langsung sebelum thowaf, rasa lelah itupun langsung sirna.

Mayoritas jemaah langsung meneteskan air mata tanpa bisa membendung, karena bahagia, senang dan haru. Merekapun dengan khusu’langsung memanjatkan doa.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa sampai di sini,” kata Susmadi Kusmarejo (63) Kecitran Purwareja Klampok Banjarnegara, salah satu Jemaah.

Susmadi yang berangkat umroh bersama istrinya, Sudarti mengaku bahagia, karena niatnya ibadah umroh bersama istrinya bisa terlaksana setelah tertunda hingga 2 tahun.

“Awalnya, kami berencana berangkat bulan Maret 2020, namun batal karena pandemic. Dan kini saya dan istri sudah sampai di tanah suci. Alhamdulillah, Allah mengizinkan kami untuk bisa ibadah disini,” kata dia, bahagia, kepada Sigijateng, Jumat (13/5/2022)

Susmadi menyampaikan terima kasih kepada PT Mastour yang bertanggung jawab dan mewujudkan niatnya umroh secepat mungkin, setelah tertunda karena pandemic. Dan menurunya, pelayanan Mastour juga sangat bagus dan memuaskan.

“Infonya, belum banyak biro umroh yang sudah memberangkatkan jemaahnya yang batal berangkat karena pandemic. Dan Mastour salah satu biro yang sudah memberangkatkan jamaah unroh yang terunda. Mastour benar-benar bertanggung Jawab dan pelayanannya juga bagus sekali,” katanya.

Dari 180 orang jemaah itu mayoritas adalah sudah tua. Namun semangat mereka dalam menjalankan berbagai ibadah di tanah suci luar biasa. Ritual thowaf dan Sa’I yang membutuhkan tenaga luar biasa juga bisa dilakukan dengan tuntas.

Dari ratusan peserta itu, ada dua jemaah perempaun yang menarik perhatian jemaah lain, yaitu dua orang kakak beradik asal Candi Tengah Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang, Munaroah dan Mukayanah.

Munaroah ini usianya sudah lebih dari 60 tahun dan buta. Sedangkan Mukayanah ini bisa melihat namun jalannya juga tidak normal. Dan untuk memperlancar ibadahnya, kedua perempaun kakak adik inipun membawa kursi roda dari rumah.

Direktur Utama PT Mastour H Syarqowie Gozali Amin saat menerima kedatangan jemaah di Hotel Transit Alwafa kawasan Azizah. (foto aris syaefudin/sigijateng)

Jika membayangkan, maka yang muncul hanya rasa kasihan akan kondisi mereka seperti itu. Namun kekawatiran seperti itu tidak terjadi. Sepanjang perjalanan, mereka berdua terlihat sangat bahagia. Karena pembimbing, pendamping, dan gaet dari Mastour tidak diam membiarkan mereka berdua.

Seharusnya wanita kakak adik ini juga berangkat awal tahun 2020 namun batal karena pandemi.

“Alhamdulillah, sampun saget dugi mriki. Dugi tanah suci. Mugi mugi ibadah semua jamaah diterima Allah,” kata dia. (aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here