Refreshing Gizi, Tim Undip Latih Kader Kesehatan dalam Pengukuran Antropometri

Ketua Tim Pengabdian, Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi saat melakukan pemaparan materi Validitas Pengukuran Antropometri di Desa Wiyorowetan, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. ( foto dok/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Pemalang –  Masalah gizi merupakan salah satu indikator penentu kemajuan suatu bangsa. Di Indonesia, target penurunan masalah gizi tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dimana pada Tahun 2019 gizi buruk ditargetkan turun mencapai 17%. Akan tetapi, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, presentase gizi buruk di Indonesia masih berada pada angka 17,7%. Selain itu, presentase stunting (29,9%) lebih tinggi jika dibandingkan dengan target (28%) sehingga memerlukan perhatian khusus.

Upaya penanggulangan masalah gizi memerlukan komitmen dan kerjasama lintas sektoral yang melibatkan segala aspek baik Pimpinan maupun Praktisi termasuk Kader Kesehatan. Kegiatan penimbangan setiap bulan di Posyandu yang dilakukan oleh Kader Kesehatan menjadi salah satu acuan data dasar dalam penilaian status gizi masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Diponegoro yang terdiri dari Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi, Ir. Sutrisno, MP dan Dr. Drs. Hadi Warsono, M.TP.

“Data pengukuran antropometri yang dilakukan oleh Kader Kesehatan di Posyandu menjadi salah satu dasar acuan dalam penilaian status gizi masyarakat sehingga kualitas data harus baik”, kata Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi yang merupakan Ketua Tim Pengabdian dan juga Dosen Bagian Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip, Minggu (18/08/2019) siang.

Berdasarkan fenomena tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Undip dibantu Mahasiswa KKN Tim II Desa Wiyorowetan Kecamatan Ulujami melakukan Pelatihan Pengukuran Antropometri pada seluruh Kader Kesehatan dan Perangkat Desa di Desa Wiyorowetan Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Mengusung judul Peningkatan Pengetahuan Gizi tentang Validitas Pengukuran Antropometri, kegiatan tersebut diikuti dengan sangat antusias oleh semua peserta yang hadir.

Dalam paparannya, Naintina menjelaskan mengenai beberapa parameter antropometri yang sering digunakan dalam kegiatan Posyandu, antara lain berat badan, tinggi/panjang badan, dan lingkar lengan atas (LiLA) serta praktik bagaimana pengukuran yang benar. Selain itu, peserta yang hadir juga dilatih mengenai penilaian status gizi menggunakan alat peraga Cakram Gizi dan Bio Impedance Analyzer (BIA). Antusiasme peserta yang hadir terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi praktik maupun diskusi, sehingga hal ini disambut dengan sangat baik oleh Ketua Tim Pengabdian Undip.

“Salah satu tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kader mengenai pengukuran antropometri yang benar, sehingga kualitas data penimbangan Posyandu yang dihasilkan mempunyai validitas yang tinggi. Selama kegiatan, peserta yang hadir juga sangat antusias sekali sehingga kami sangat senang” ujar Tina, sapaan akrabnya pada sigi.jateng (18/08/2019).

Naintina menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal upaya perbaikan masalah gizi di Desa Wiyorowetan sehingga nantinya Kader dapat lebih bersinergi dengan Tenaga Kesehatan setempat dalam melakukan screening masalah gizi di masyarakat.

Seakan gayung bersambut, Kepala Desa Wiyorowetan, Utoyo Utomo juga menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Pada dasarnya, saya menyambut baik adanya kegiatan ini. Apalagi narasumbernya berasal dari pakar atau ahli di bidangnya. Sebuah kehormatan juga bagi kami kedatangan Tim Undip, dan kami harap kegiatan seperti ini dapat berlanjut supaya masyarakat kami semakin sehat dan pintar,” katanya. (editor aris).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here