Gas Beracun Tewaskan Dua Tukang Sumur di Demak

Para petugas sedang berusaha mengangkat jenazah dari dalam sumur, Rabu (4/9/2019). (foto sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Demak – Diduga menghirup udara beracun, dua penggali sumur tewas mengenaskan. Dua korban tewas ini masing-masing bernama Slamet (50) dan Muhammad Muwafid Efendi alias Efendi (35), warga Dukuh Rimbu kidul, Desa Rejosari, Karangawen, Demak.

Adapun lokasi kejadian berada di dekat rumah korban atau di Dusun Rimbu Kidul, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen Demak. Dari pemeriksaan petugas tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan, kedua korban murni tewas diduga karena menghirup udara beracun di dalam sumur pada kedalaman 10 meter tersebut. 

Kapolsek Karangawen Demak AKP Soecipto membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya kejadian tersebut memang murni kecelakaan saat bekerja. “Keduanya diduga meninggal disebabkan menghirup udara beracun yang berasal dari dalam sumur milik Sudardi yang merupakan tetangga korban,” jelas Kapolsek. 

 “Keduanya sudah berhasil diangkat keatas oleh tim dari Basarnas Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan  peralatan selam, mengingat kondisi sumur sangat kecil dan membutuhkan peralatan yang mumpuni,” ucap Kapolsek Karangawen.

Suwarni (68) salah seorang saksi mata menambahkan, jika saat kejadian salah seorang korban bernama Slamet tengah  berada di dalam sumur. Sedangkan posisi anaknya berada di atas ayahnya tengah membantu menguras sumur tersebut. Tidak disangka sang anak tiba-tiba berteriak minta tolong kepada warga, karena mengalami kesulitan bernafas. 

Teriakan korban ini membuat warga berdatangan untuk memberikan pertolongan. Namun naas bagi Efendi yang bermaksud menolong ayahnya  yang berada di bawah, malah ikut menghirup gas beracun hingga meninggal. 

” Banyak warga yang datang juga tidak berani turun ke bawah untuk menolong karena takut menghirup gas beracun,” terang Suwarni.
Karena tidak ada berani turun ke bawah, beberapa warga berinisiatif untuk meminta bantuan Polsek Karangawen yang melanjutkan laporan ke BPBD Demak dan dilanjutkan ke Basarnas Provinsi Jawa Tengah. Petugas SAR yang datang tak lama kemudian segera berupaya untuk mengangkat kedua korban.

Setelah melakukan berbagai cara, didukung dengan peralatan yang memadai, kedua korban akhirnya berhasil dibawa ke atas. Untuk selanjutnya kedua korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. (rr) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here