Kemarau Panjang, 6 Kecamatan di Kendal Butuh Air Bersih

Ratusan jerigen milik warga desa Nolokerto Kecamatan Kaliwungu berjejer antri untuk bisa mendapatkan air bersih yang didistribuskan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal, Kamis (12/9/2019).(foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Dampak kemarau panjang di tahun 2019, sebanyak 2.633 jiwa yang tersebar di tiga desa yakni Desa Curugsewu dan Desa Kalilumpang Kecamatan Patean, serta Desa Nolokerto Kecamatan Kaliwungu mengalami kesulitan akan kebutuhan air bersih.

Keberadaan sumber air bersih yang ada di tiga desa wilayah tersebut juga mengalami penurunan dan penyusutan debit air. Sehingga dengan kondisi itu, setidaknya tiga desa sangat memerlukan akan distribusi (dropping) air bersih untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Keselamatan, BPBD Kendal, Slamet mengatakan dalam menghadapi musim kemarau saat ini pihaknya jauh sebelumnya telah memetakan daerah yang memiliki potensi kekeringan pada saat musim kemarau tiba.

“Ada sebanyak 19 Desa di enam kecamatan yang kami petakan dalam wilayah bepotensi terdampak kekeringan. Saat ini sudah ada tiga desa yang terdampak. Kami bekerjasama dengan swasta juga sudah berupaya melakukan pendistribusian akan air bersih,” ucapnya, Kamis (12/9/2019).

Diungkapkan, hingga saat ini setidaknya sudah ada sekitar 42 tangki air bersih yang sudah didistribusikan di desa terdampak khususnya yang membutuhkan akan air bersih. Dari swasta yang sudah terlibat seperti dari organisasi amil zakat Kota Semarang dan pihak PMI Kendal.

Terpisah, puluhan warga Desa Nolokerto Kaliwungu dengan membawa jerigen air terpaksa harus rela mengantri pembagian air bersih yang diberikan oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal, Kamis (12/9/2019).

Salah seorang warga, Nur Kholis menuturkan bahwa kekeringan ini disebabkan oleh sumur milik warga yang selama ini memenuhi kebutuhan air bersih, berkurang debit airnya akibat kemarau panjang. Para warga harus rela antri mendapatkan air bersih. “Sudah hampir tiga bulan terakhir ini selama musim kemarau mengalami kekurangan air bersih sebab debit air di sumur milik warga lambat laun mengalami penyusutan,” tukasnya.

Petugas PMI Kendal, Ahmad Faizin mengatakan pendistribusian akan air bersih sudah dilakukan di dua desa yakni Nolokerto dan Sumberejo Kecamatan Kaliwungu. Sebab, kedua desa tersebut sangat membutuhkan bantuan akan air bersih. “Setelah pendistribusian ini, nantinya akan kami evaluasi lagi. Nantinya, apakah perlu dilanjutkan lagi atau kami akan berpindah tempat ke desa lainnya,” tandasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here