Inilah Profil Katib Syuriah PWNU Jateng KH Ahmad Sya’roni Meninggal Dunia dalam Perjalanan ke Muktamar NU Lampung

Uacapan duka cita dari PWNU Jateng di rumah duka Jl Masjid Terboyo No 8 RT 07 RW I Tambakrejo, Gayamsari, Kota Semarang. ( foto istimewa)

SEMARANG (Sigijatengg.id) – Kelurga besar PWNU Jateng berduka. Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Imam Sya’roni meninggal dunia dalam perjalanan menuju Muktamar Ke-34 NU di Lampung, Senin (20/12/2021).

Berdasarkan penjelasan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Muzammil, Kiai Sya’roni menghembuskan napas terakhir Senin (21/1/2/2021) sekitar pukul 05.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusuomo (RSCM), Jakarta Pusat.  Saat itu, Kiai Sya’roni dalam perjalanan menuju muktamar NU ke-34 di Lampung bersama rombongan.

“Setelah salat Subuh di Stasiun Gambir beliau duduk-duduk menunggu taksi untuk menuju bandara. Namun, ketika menunggu taksi beliau merebahkan diri dan dikira istirahat. Ternyata beliau tutup usia,” kata Kiai Muzammil.

Selanjutnya, kata dia, Kiai Sya’roni dibawa ke RSCM untuk mendapatkan pertolongan. Namun, sudah tidak tertolong.

Tentu meninggalnnya almarhum meninggalkan duka mendalam bagi  Nu dan juga warga Jawa Tengah.

Almarhum adalah tokoh agama. Selain aktif di PWNU, almahum dikenal sangat aktif membimbing lembaga zakat, infaq, dan sedekah.

Almarhum Kiai Sya’roni tercatat lahir di Demak tahun 1964. Almarhum menyelesaikan studi di SD -Fattah Terboyo, Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Pesantren Islahiyyah Loireng Sayung Demak, Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, dan Ma’had Sayid Muhammad Al-Maliki Makkah, Saudi Arabia.

Sepulang dari Mekah, almarhum langsung aktif di NU mulai dari RMINU Cabang Kota Semarang, wakil katib hingga Katib PWNU Jateng. Selain itu juga menjadi pengurus Majelis Syariah DPW PPP Jateng, Ketua Takmir Masjid Terboyo Semarang dan Pengasuh Pesantren Putri As-Sa’adah.

Almarhum yang tercatat sebagai santri dari KH Maimoen Zubair Sarang, oleh KH Maiomoen Zubair dijodohkan dengan salah seorang putri KH A. Thoyfur Maftuchin Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah Lasem, Rembang, Khoiriyah Thomafi.

Dari pernikahan itu, almarhum dikaruniai tiga orang anak, yakni Ahmad Khowas, Anik Samikho, dan Kholaf Zahir.

Adik almarhum Kiai Khotib  mengatakan, jenazah amarhum dimakamkan di komplek Pemakaman Asem Growong Ngilir, Trimulyo, Genuk, Kota Semarang Senin sore.

Jenazah tiba di rumah duka di komplek Pesantren As-Sa’adah, Jl Masjid Terboyo No 8 RT 07 RW I Tambakrejo, Gayamsari, Kota Semarang Senin sore. Begitu jenazah sampai di rumah duka langsung dibacakan tahlil bersama, sedang shalat jenazah dilaksanakan di masjid Terboyo, setelah itu jenazah dimakamkan.

“Keputusan untuk memakamkan almarhum di makam Ngilir Trimulyo merupakan keputusan keluarga,” kata Kiai Khotib yang juga Pengurus PW Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jateng ini.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah mengatakan almarhum meninggal dalam perjalanan menuju tempat Muktamar NU di Lampung. Dari Semarang sampai Jakarta naik kereta turun di Stasiun Gambir.

Kemudian dari Stasiun Gambir rencananya akan dilanjutkan perjalanan udara ke Lampung.

“Betul, jadi perjalanan naik kereta dari Semarang menuju Stasiun Gambir mau pindah transportasi udara atau ke bandara,” katanya.

Sementara, Ketua DPW PPP Jateng KH Masruhan Samsuri mengatakan, almarhum adalah sosok yang baik dan patut diteladani. Nahdliyin perlu meneladani jejak langkah perjuangan almarhum dalam berpolitik maupun berjam’iyah NU.

“Dalam berpolitik maupun berjamiyyah almarhum selalu mengedepankan akhlakul karimah dan menghindari konflik, persatuan, dan ukhuwah,” kata Masruhan. (rizal)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here