Waow… Bentuk Berbeda, Manggis Paninggaran Digemari Konsumen Mancanegara

Ciri khas bentuk buah yang lebih lonjong dibagian bawah berbeda dengan buah manggis dari daerah lain.

SIGIJATENG.ID, KAJEN –  Siapa sangka jika Desa Paninggaran Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan ini ternyata memiliki potensi yang sangat besar dibidang perkebunan tanaman buah. Salah satunya yakni produksi akan tanaman Buah Manggis yang telah memiliki pangsa pasar hingga ke mancanegara. 

Ciri khas bentuk buah yang lebih lonjong dibagian bawah berbeda dengan buah manggis dari daerah lain, Buah Manggis Paninggaran diminati konsumen luar negeri terutama China dan Hongkong. 

Melihat peluang itu, Pemkab Pekalongan pun berupaya memberikan support dan motivasi bagi petani buah untuk menggenjot produksi buah manggis yang memiliki potensi besar tersebut. 

“Salah satunya dengan melakukan perubahan sikap dan perilaku para petani. Petani yang tadinya berpikir tradisional kami ajak menjadi Petani rasional. Tujuannya agar bisa menangkap peluang terhadap permintaan pasar buah manggis cukup tinggi,” ujar Rintono, Kepala seksi (Kasi) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP), saat mengunjungi Kebun Manggis di Desa Paninggaran, Kamis (14/3/2019).

Ia menuturkan DKP juga memberikan pelatihan bagi petani Buah manggis Desa Paninggaran. Berupa pembekalan cara budidaya pohon manggis melalui Okulasi dan Stek untuk mempercepat pertumbuhan pohon buah manggis. 

“Dalam kurun waktu mulai tahun 2015 hingga tahun 2018 lalu, DKP telah melakukan stimulan produksi dengan memberikan bantuan sejumlah 6 ribu bibit manggis yang memiliki varietas ungul,” tuturnya. 

Disampaikan, populasi tanaman manggis di wilayah Kecamatan Paninggaran mencapai 23.800 pohon. Rinciannya 7.750 merupakan pohon produktif yang setiap tahunnya mampu menghasilkan 1.500 ton. Dengan setiap pohon rata-rata menghasilkan 200 kg. 

“Diprediksi dalam waktu 5 sampai 10 tahun yang akan datang produksi buah manggis di kecamatan Paninggaran akan meningkat tajam. Sebab populasi manggis muda yang mencapai 16.050 pohon tumbuh dengan baik dan mulai berbuah,” terangnya. 

Dia mengungkapkan, selain Kecamatan Paninggaran menjadi sentra buah manggis ada lagi kecamatan lain juga memilki populasi pohon manggis yang cukup lumayan. Seperti Kandangserang terdapat 9.900 pohon dan Lebakbarang 1.900 pohon.

Lalu daerah Petungkriono, Talun, Doro Karanganyar dan Kajen yang masing-masing terdapat sejumlah kurang dari  1.000 pohon. “Kita terus berupaya untuk memaksimalkan potensi itu agar produksi buah manggis lebih maksimal,” beber Rintono. 

Salah seorang petani manggis Desa Paninggaran, Supeno (38) mengaku memiliki sekitar 15 pohon manggis yang semuanya produktif. Setiap musim panen raya, dimulai bulan Maret-April. Dia mampu menghasilkan Rp 3 juta tiap pohonnya.

“Buah manggis ini saya jual borongan ke salah satu pengepul, jika kualitas buah biasa itu Rp.10 rb per kilogram namun yang kualitas super mencapai Rp. 24 ribu hingga Rp. 25 ribu,” ucap Supeno. 

Dalam perawatan tanaman pohon buah manggis, Supeno mengaku tidak mengalami kesulitan. Sebab pohon manggis tidak perlu dengan perlakuan atau perawatan khusus, yang penting persediaan pupuk tercukupi. “Musuhnya cuma satu yakni hama hewan tupai. Itupun kerugian tidak seberapa,” timpalnya. 

Sementara, Kepala Desa Paninggaran, Rusdiono mengatakan saat ini untuk mengembangkan petani manggis, yakni perlunya dukungan penuh dari Pemkab Pekalongan. Petani desa diberi fasilitas packing house dengan ketrampilan sortasi dan grading buah yang mumpuni. 

“Sehingga kedepannya buah manggis yang dihasilkan petani Paninggaran bisa memiliki nilai jual lebih. Kita ingin petani buah manggis Paninggaran bisa mengekspor sendiri buah manggis agar mendapatkan keuntungan secara ekonomi dan lebih besar,” pungkasnya. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here