Teror Pembakaran Kendaraan Terus Terjadi; Gubernur, Kapolda dan Pangdam Gelar Jumpa Pers

Gubernur Jateng, Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro saat Gelar Jumpa Pers terkait teror pembakaran kendaraan yang saja terjadi di Jawa Tengah, di rumah dinas Gubernur Jateng, Kamis (7/2/2019) sore. ( foto ist/sigijateng.id)

SIGIJATENG- Semarang – Teror pembakaran kendaraan terus saja terjadi di Jawa Tengah dan bahkan semakin meluas. Terkini terjadi di Kabupaten Grobogan. Dengan demikian, data di kepolisian sampai saat ini sudah terjadi hingga 27 kasus, yakni di Kota Semarang 17 kasus, di Kendal ada 8 kasus, di Kabupaten Semarang satu kasus dan terbaru di Grobogan juga satu kasus.

Modusnya sama semua, yakni pelaku melakukan aksinya dengan melempar kain yang telah diberikan minyak ke kendaraan warga. Pelaku beraksi pada dini hari dan diduga sangat terlatih, mengingat sangat sedikit jejak kejahatan yang ditinggalkan.

Sampai saat ini kasus teror pembakaran kendaraan belum terungkap dan polisi terus melakukan penyelidikan.

Merespon teror pembakaran kendaraan yang belum terungkap itu,  Kamis (7/2/2019) petang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi menggelar jumpa pers mendadak. Jumpa pers berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh.

Jumpa pers tersebut membahas banyak hal, terkait upaya penangkapan pelaku teror, upaya pencegahan baik dengan proses razia dan penambahan personil, hingga pentingnya sosialisasi kepada masyarakat tentang kesadaran menjaga keamanan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya telah memerintahkan seluruh Bupati/Wali Kota se Jawa Tengah untuk tetap waspada. Tidak hanya di daerah yang sudah terjadi teror, namun semua wilayah Jateng harus diamankan dari aksi teror.

“Kami dibantu Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro telah melakukan banyak hal untuk pengamanan dan pengungkapan kasus ini. Saya telah perintahkan semua Bupati/Wali Kota untuk mengamankan daerah masing-masing, hidupkan lagi Poskamling, pasang CCTV dan portal-portal untuk menghalangi pelaku melakukan terornya,” kata Ganjar Pranowo.

Perintah tersebut lanjut Ganjar tidak hanya di daerah yang sudah terjadi teror pembakaran kendaraan, melainkan berlaku untuk semuanya. Ia sudah perintahkan semuanya, agar jangan kendur sampai proses demokrasi ini selesai.

“Saya juga menghimbau masyarakat tetap tenang. Kapolda, Pangdam dan instansi terkait sudah berjalan dengan cara, instrumen dan kewenangannya masing-masing,” tegas Ganjar Pranowo.

Meski begitu, Ganjar tetap meminta masyarakat semakin menumbuhkan kesadarannya dalam mengamankan daerah masing-masing. Menurutnya, jajaran aparat penegak hukum tidak akan berhasil jika tidak didukung oleh masyarakat.

“Polisi/TNI kalau masyarakat tidak medukung, maka tidak bisa. Membangun kesadaran kembali dari masyarakat untuk mengamankan lingkungannya masing-masing itu yang terpenting,” terangnya.

Disinggung apakah teror ini terkait tahun politik, Ganjar enggan berspekulasi dan memutuskan terlalu dini.

“Mungkin kalau dilihat waktunya masa itu, tapi saya tidak mau terlalu dini. Nanti jika terungkap satu saja, maka akan terungkap semuanya. Maka jalan satu-satunya untuk mengungkap ini pelakunya harus ditangkap,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, kasus pembakaran kendaraan di Grobogan itu sama motifnya dengan teror yang terjadi di kota lain di Jawa Tengah.

“Motif dan modusnya sama, membakar menggunakan minyak,” kata Condro.

Tindakan yang dilakukan kepolisian untuk mengungkap kasus ini lanjut Condro terus dilakukan. Bahkan, pihaknya sudah membentuk tim khusus yang beranggotakan dari Polda Jateng, Polres-Polres, TNI dan tim dari Mabes Polri.

“Kami sudah melakukan razia-razia di jalanan, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penguatan tim. Total ada 1200 personil yang kami terjunkan khusus untuk mengungkap kasus ini,” terangnya.

Penambahan penjagaan lanjut Condro juga dilakukan dengan mengerahkan 2/3 kekuatan di Kepolisian untuk tugas pada malam hari. Mereka ditugaskan beroperasi pukul 24.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

“Selain upaya kami untuk terus mengejar pelaku, upaya-upaya pencegahan sudah kami lakukan dengan penguatan personil. Kami berharap kejadian semacam ini tidak terjadi lagi. Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran keamanan lingkungan masing-masing, penjagaan malam diperketat, CCTV dipasang juga harta dan barang berharga lain dijaga dengan baik-baik,” tutupnya.

Di lain sisi, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi mengatakan siap membackup kekuatannya untuk membantu upaya pengamanan wilayah. “Di masing-masing kelurahan dan desa, kami tambah jumlah Babinsa untuk membuat masyarakat semakin tenang dan menghindari aksi serupa. Kami siap membackup penuh, baik kekuatan maupun sarana prasarana yang ada,” ucapnya. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here