Ratusan Siswa SD di Sayung Demak Menjalani Ujian di Tengah Banjir

Siswa SD di Sayung saat menjalani ujian dengan kondisi air memenuhi ruangan kelas.

SIGIJATENG.ID, Demak- Banjir yang melanda Demak dalam beberapa hari terakhir ini, membuat ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) kelas enam di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak harus berjibaku melawan air.

Padahal saat ini mereka tengah mengerjakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Bukan hanya sekolah mereka yang terendam banjir, namun ada enam SD lainnya yang juga terendam air luapan sungai sejak, Selasa (9/4).

Dari informasi yang diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Dindikbud) Demak, hingga Rabu  (10/4/2019) , SD yang terendam banjir parah di wilayah Sayung yakni, SDN Sayung 1, SDN Sayung 4, SDN Dombo, SDN Prampelan, SDN Loireng dan SDN Karangasem 1.

Meski pada beberapa titik ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, namun para siswa tetap mengikuti ujian dengan antusias.

Dihubungi secara terpisah Kepala SDN Sayung 1, Ning Suwarti menyampaikan, bahwa banjir sudah mulai masuk kelas sejak Senin (8/4) yang lalu tapi debit air makin bertambah pada hari ini.

“Banjirnya sudah sejak hari Senin lalu, pas hari pertama Ujian Sekolah tapi yang parah hari Rabu ini. Tinggi air di sekolah hingga perut orang dewasa,” ujar Ning pelan.

Ning menambahkan, bahwa untuk menunjang para siswa yang tengah ujian, mereka dipilihkan lokasi bangunan yang paling tinggi. Meski demikian masih ada air yang masuk ke dalam kelas.

Meski demikian, ketinggian air di luar sekolah membuat banyak siswa kesulitan masuk ke dalam ruang kelas. Akhirnya dengan dibantu orang tua, mereka digendong masuk ke dalam kelas masing-masing agar tidak basah.

Selain dengan digendong, sekolah juga menyiapkan meja dan kursi sebagai jalan darurat bagi siswa untuk memasuki lingkungan sekolahnya.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sayung, Bambang Sutarto menambahkan pihaknya sudah melaporkan bencana banjir yang menimpa SD di wilayahnya.

“Kami terus memantau perkembangan banjir di SD dan sudah laporan ke Dindikbud Demak,” jelas Bambang kepada wartawan.

Perlu diketahui bahwa banjir  akibat luapan Sungai Dombo ini juga meremdam ratusan rumah warga. Air yang dibawa dari wilayah atas ini mengakibatkan beberapa desa di wilayah Sayung terendam banjir. Bahkan banjir juga mencapai jalur pantura hingga membuat kemacetan panjang. (rara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here