Ponpes Darul Amanah Sukorejo Diserbu Ratusan Orang Tua, Ini Alasannya

Ratusan calon santriwan santriwati serius mengikuti tes masuk di Ponpes Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo Kendal, Minggu (31/3/2019). ( foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Perkembangan teknologi komunikasi yang tak terbendung di era saat ini seakan tak bisa dipungkiri. Akibatnya, pengaruh terhadap hal itu membuat merosotnya akhlak serta pergaulan yang semakin terbuka mendorong kesadaran orang tua lebih memperhatikan pendidikan agama bagi anak-anaknya. 

Keberadaan pondok pesantren menjadi salah satu pilihan utama bagi orang tua khususnya untuk menanamkan fondasi agama yang diharapkan mampu menjadi benteng dari serbuan informasi yang sangat mudah diakses oleh segala usia.

Hampir tiap tahun, pertumbuhan pondok pesantren kian meningkat. Hal itu menunjukkan makin banyak orang tua yang kini percaya bahwa pendidikan agama ternyata sangat dibutuhkan di tengah perkembangan dunia pendidikan modern.

Tingginya kesadaran masyarakat atas pentingnya pendidikan sebagai pembentuk akhlak menjadi salah satu pendorong mereka (orang tua / wali santri) menyekolahkan anak – anaknya di pondok pesantren.

Mereka menilai, ilmu agama bisa menjadi fondasi keimanan yang kuat untuk membentuk akhlak yang baik, sehingga ketika terjadi masalah saat dewasa kelak, anak memiliki pegangan dan dapat mencari solusi sesuai dengan kaidah agama Islam. 

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo Kendal, Muhammad Fatwa mengatakan, anak-anak di era millenial saat ini hidup serba kecukupan, instan, dan apa-apa dibantu orang tua. Untuk melatih kemandirian anak berpisah dari orang tua, kebanyakan pondok pesantren menjadi pilihan utama.

“Dengan tinggal di pondok pesantren, mereka belajar hidup mandiri, harus taat dengan aturan yang ketat, terbiasa dengan keterbatasan karena harus berbagi dengan para santri lainnya,” kata dia yang akrab disapa Gus Fat, Minggu (31/3/2019).  

Menurut Gus Fat, kekhawatiran bahwa anak-anak akan terpapar perbuatan negatif juga menjadi alasan para orang tua memilih pondok pesantren. “Di pondok pesantren, dengan pengajaran ilmu agama yang intens, komprehensif dan terpadu, diharapkan dapat mencegah anak-anak dari pengaruh buruk narkoba, minuman keras, hingga menjauhkan mereka dari perilaku kekerasan seperti tawuran,” tuturnya. 

Kecemasan semacam itu yang mendorong Murdiono (45) orang tua wali santri asal Kota Batang Jawa Tengah menyekolahkan putranya di Pondok Pesantren Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo Kabupaten Kendal. 

“Melihat zaman sekarang yang rentan pergaulan bebas, narkoba, dan hal buruk lainnya, saya merasa lebih baik jika anak dibekali pengetahuan agama sejak dini,” tutur dia, yang berpikir dengan bersekolah di sana, sang anak akan mendapatkan fondasi agama yang kuat.

Hal senada juga dikatakan Wahyu Antoro (40) orang tua wali santri asal Kabupaten Temanggung ini. Menurutnya, ajaran agama Islam yang lebih mendalam di ponpes dibandingkan sekolah umum, memantapkan hatinya untuk menyekolahkan putrinya, masuk di Pondok Pesantren Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo Kendal. 

Para santri diajarkan untuk lebih dekat dengan Alquran dan hadis, mempraktikkan puasa Senin dan Kamis, membiasakan diri salat berjemaah di masjid dan salat Tahajud, serta hal-hal yang disunahkan Nabi Muhammad SAW. “Dengan belajar hal itu, anak saya bisa menjadi muslim pintar dan bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya. 

Dirinya sangat memercayakan penuh dengan pengajaran moral dan agama di pondok pesantren pilihannya tersebut. Berbeda dengan sekolah umum, di pontren para santri diajarkan untuk mandiri, disiplin, dan life skilllainnya di tengah pembinaan yang dilakukan selama 24 jam sehari. 

Di tahun ajaran 2019/2020 ini, Ponpes Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo Kendal sendiri telah membuka pendaftaran baru di gelombang pertama saja sudah mencapai hampir 600 santri yang mendaftar. 

Bahkan, animo masyarakat sangat tinggi mengingat perkembangan jaman di era saat dengan menyekolahkan di pondok pesantren. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here