Pengrajin Bongpay Kota Semarang Mengeluh, Inilah Sebabnya

Pianto Sutanto pengrajin bongpay. (dian / sigijateng.id )

SIGIJATENG.ID, Semarang – Tan Hay Ping atau Pianto Sutanto mengaku was-was dengan kondisi bisnis keluarganya saat ini. Dirinya tak menampik, usaha pembuatan batu nisan cina atau kerap disebut bongpay miliknya lambat laun sepi pembeli.

Tan menerangkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi mulai meredupnya pemesan Bongpay saat ini. Mulai dari lahan pemakaman Cina yang sudah mulai berkurang diperkotaan dan adanya sistem paket pemakaman. Dimana pembangunan bongpay sudah termasuk di dalam peket tersebut.

Dirinya pun sempat bercerita tentang beberapa pengrajin bongpay di wilayahnya dahulu, namun seiring berjalannya waktu, pengrajin bongpay kian berkurang dan sekarang hanya dirinya dan dua karyawannya yang tersisa serta masih membuat bongpay.

“Dulu ada lima di gambiran,  sekarang tinggal 1, kalau yang batu, tapi kalau granit mah di Semarang banyak,” ujar Tan yang merupakan generasi ke-5 dari usaha keluarganya, di bengkelnya, Bong Pay Hok Tjoan Hoo miliknya yang berada di Jalan Gambiran Kawasan Pecinan Semarang.

Penurunan peminat atau pembeli bongpay sendiri, lanjut Tan, sudah mulai terasa sejak 7 sampai 8 tahun lalu. Dengan demikian, dirinya pun mencoba terus memutar otak agar bisnis keluarganya yang sejak 1911 itu tetap berjalan.

Untuk mengakali agar bisnis keluarga yang sudah berjalan kurang lebih 108 tahun tersebut, Tan mencoba dengan memproduksi atau membuat kerajinan lainnya yang masih berbahan dasar batu. “Untuk mengakali, saya juga buat cobek dan kursi dari batu,” tukasnya. (Dian/Rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here