Pelaku UKM Dituntut Kreatif dan Berinovasi Kembangkan Produk

Puluhan pelaku UMKM di Kabupaten Kendal serius mengikuti pelatihan dan seminar yang digelar Dinas Koperasi UMKM Provinsi Jawa Tengah, Selasa (19/2/2019). (foto ady/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal- Pengemasan produk yang baik merupakan salah satu tantangan yang dihadapi usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia. Tak terkecuali pelaku usaha di Kabupaten Kendal. 

Dengan kemasan produk yang menarik, menjadi salah satu faktor penting bagi konsumen untuk memutuskan ingin atau tidak membeli produk tersebut. 

Untuk bisa menguasai dan memahami hal itu, puluhan pelaku UMKM di Kabupaten Kendal serius mengikuti pelatihan dan seminar yang digelar dinas koperasi UMKM Provinsi Jawa Tengah, Selasa (19/2/2019). 

Staf Pelaksana bidang pemasaran Dinas Koperasi Provinsi Jateng, Haryadi mengatakan seminar ini bertujuan meningkatkan harga jual, kualitas dari produk bahan pangan, baik olahan maupun segar. 

“Kami mengajak pelaku UMKM bisa menciptakan model pengemasan dan pengepakan yang tepat guna. Sehingga bisa meningkatkan nilai jual produk sesuai dengan segmentasi pasar yang dibidik,” katanya. 

Menurutnya, melalui peningkatan SDM dengan merubah legalitas produk bagi para pelaku UMKM. Secara tidak langsung mempengaruhi konsumen akan melihat dan membeli produk itu. 

“Jika proses packaging (pengemasan,Red) dilakukan dengan baik dan meningkatkan kreatifitas dalam berinovasi serta memiliki branding produk yang bagus. Tentu sangat berpengaruh pada nilai jual,” tuturnya. 

Dirinya berharap, pelaku UMKM olahan makanan mampu menguasai pasar regional terlebih dahulu. Targetnya, mengangkat potensi lokal untuk memproteksi produk dari luar. 

“Tidak usah muluk-muluk lah… Kuasai pasar regional terlebih dahulu untuk memproteksi produk lokal. Semakin banyak konsumen membutuhkan produk lokal, akan mampu membentengi produk dari luar negeri,” tandasnya. 

Kasi Perlindungan Usaha Mikro Dinas Perindustrian UMKM Kendal, Wiwit Bekti Nugraha mengatakan ada sebanyak 36 ribu pelaku UKM di Kabupaten Kendal yang tersebar di 20 Kecamatan. 

Dari sekian banyaknya pelaku UKM, belum secara keseluruhan menguasai dan memiliki standar produk packaging sesuai keinginan pasar. 

“Harapannya melalui seminar pelatihan ini, mindset pelaku UKM bisa berubah. Sehingga, mereka bisa meningkatkan kualitas produk usaha yang terjamin sesuai dengan permintaan konsumen di pasar menengah hingga atas,” katanya. 

Salah satu pelaku UKM olahan makanan, Nuraini (38) warga Kaliwungu Selatan mengaku tak hanya sekedar mendapat wawasan saja, namun bisa menambah ilmu pengetahuan tentang pengemasan produk, inovasi desain kemasan dan cara menambah nilai jual ke pasaran. 

“Acaranya bagus, semoga bisa rutin dilakukan disertai terjun langsung di lapangan pengolahan produk,” kata dia yang sudah 9 tahun menggeluti usaha olahan produk keripik ini. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here