Lampaui Target, Nilai Kinerja Investasi Kendal Capai Rp 1.3 Triliun

DPMTPSP Kendal gelar Meeting Bussines 2019 menghadirkan sejumlah investor dari berbagai bidang dunia usaha, guna menarik peluang investasi daerah,, Kamis (4/4/2019). ( foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID,Kendal – Hingga diakhir 2018 hasil kinerja investasi Kabupaten Kendal mencapai Rp. 1,3 triliun. Angka tersebut melebihi batas target yang ditentukan yakni hanya Rp 1.1 trilliun. Hal itu disampaikan Kepala Dinas DPMPTSP Kendal, Drs Soepardjan disela-sela kegiatan Kendal Businnes Meeting 2019, Kamis (4/4/2019).

“Alhamdulilah target tersebut bisa terlampaui. Padahal angka tersebut berada di triwulan akhir tahun 2018 lalu, belum termasuk dari nilai investasi dari pelaku usaha UMKM yang tersebar diseluruh Kabupaten Kendal,” katanya.

Menurutnya, melalui kegiatan “Kendal Businnes Meeting tahun 2019” ini bisa meningkatkan koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman modal antara instansi pemerintah dengan dunia usaha. Diakui jika pada triwulan pertama tahun 2019 ini, sudah ada nilai investasi Rp 1 trilliun.

“Kami sangat optimis, triwulan berikutnya akan lebih meningkat lagi,” tuturnya.

Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya berusaha memberikan support dan motivasi kepada para investor untuk berinvestasi di Kabupaten Kendal. Seperti memberikan informasi kondisi lapangan sesuai peruntukannya.

“Potensi sumberdaya alam di Kabupaten Kendal belum sepenuhnya diolah dengan optimal sehingga nilai tambah belum maksimal dirasakan oleh masyarakat luas. Hal itu tentu diperlukan upaya peran serta di kalangan dunia usaha melalui kemampuan investasinya masing-masing,” terang Soepardjan.

Plt Dinas DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Didik Subiyanto menyampaikan untuk bisa maju, daerah harus bisa menangkap peluang ini. Salah satunya yakni dengan mempermudah  pelayanan dan tidak alergi terhadap investasi.

“Keterlibatan masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam mewujudkan investasi tersebut demi kemajuan pembangunan daerah. Daerah juga harus memiliki tenaga kerja yang unggul untuk bisa terlibat didalamnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, kebanyakan para investor merupakan kumpulan padat karya. Misalnya ada investor dalam atau individual hanya beberapa saja. “Namun dengan keberadaannya itu tidak harus menjadi masalah. Sebab, semua membutuhkan kerjasama antara dunia usaha dengan instansi pemerintah agar saling menguntungkan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta bussinnes meeting 2019 Arifianto, mengungkapkan bahwa Kendal memiliki peta geografis wilayah yang sangat strategis dalam berinvestasi. Terlebih akses jalur berbatasan dengan ibukota Jawa Tengah yakni Semarang.

“Bahkan, keberadaan jalur jalan tol serta adanya Pelabuhan Kendal yang memiliki posisi sangat strategis mampu menyangga dan meningkatkan perekonomian daerah. Hal itu tentunya mempermudah para investor untuk bisa menanamkan modalnya di Kendal,” ujar Arifianto yang juga Ketua Hipmi Kabupaten Kendal ini. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here