Keren, Mahasiwa KKN Undip Lakukan Inovasi Pengolahan Ikan Tongkol

Abon ikan tongkol hasil inovasi mahasisa Undip yang KKN di Desa Sarangmeduro Rembang

SIGIJATENG.ID, Rembang- Mahasiswa KKN Undip Tim I yang ditempatkan di Desa Sarangmeduro, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang melakukan inovasi terhadap cara pengolahan ikan tongkol.

Mereka melaksanakan program kerja multidisiplin mengenai diversifikasi pangan melalui ikan tongkol. Kegiatan digelar di balai Desa Sarangmeduro, pada Rabu (13/2/2019).

Selama ini, biasanya oleh warga des tersebut ikan tongkol hanya digoreng, dibakar, atau di buat pepes, oleh mahasiswa KKN dibuat menjadi olahan makanan yang jauh lebih tahan lama yaitu abon.

Salah satu anggota tim KKN UNDIP Vania Laurance mengatakan, dalam sosialiasi dan pelatihan program ini setidaknya disampaikan empat hal, yakni  pertama; cara pengolahan ikan tongkol dari mentah menjadi abon. Kedua; pemberian edukasi mengenai gizi-gizi yang didapat dari ikan tongkol.  Ketiga;  edukasi manfaat pemberian merek. Dan kelima ; strategi marketing

“Program ini dipilih berdasarkan survey yang dilakukan pada minggu pertama KKN dilaksanakan. Survey menunjukan bahwa ibu-ibu warga Desa Sarangmeduro sebagian besar menganggur. Serta sedikit/ hampir tidak adanya UMKM yang memanfaatkan ikan yang adalah potensi Desa Sarangmeduro, mengingat lokasi Desa Sarangmeduro adalah di pinggir laut,” kata Vania.

Program dilaksanakan dengan melakukan demonstrasi memasak dan memasak bersama terlebih dahulu, dengan tujuan ibu-ibu dapat memahami fondasi dari program ini yaitu membuat produk abon ikan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian ilmu-ilmu mengenai gizi dibalik abon ikan.

Dengan harapan warga setempat nantinya tidak hanya asal mengolah produk tapi juga memahami alasan mengapa ikan tongkol adalah ikan yang dijadikan barang baku. Step terakhir adalah step penjualan, yaitu manfaat merek dan strategi pemasaran.

 Penjelasan manfaat merek dimaksudkan agar ide-ide yang warga desa punya untuk UMKM tidak mudah dicuri pihak lain karena dilindungi oleh hak kekayaan intelektual. Dengan begitu penjualan tidak mudah ditiru okeh orang lain karena akan ada akibat hukumnya. Materi dilanjutkan dengan strategi pemasaran.

 Pemahaman mengenai pentingnya mengerti situasi pasar dan media-media yang penting untuk melakukan pemasaran, salah satu contohnya adalah media sosial.

Program multidisiplin KKN Undip ini juga dihadiri oleh Rofiah, selaku bagian dari perangkat Desa Sarangmeduro. Rofian menaruh harapan besar akan program ini, karena dirasa ibu-ibu warga Desa Sarangmeduro lebih banyak menganggur. Hal ini menurut dia tidak produktif dan tidak menghasilkan. “Akan lebih baik jika waktu yang menganggur digunakan untuk membantu perekonomian keluarga dengan memasak dan menjual abon ikan tongkol,”  katanya.

Ketua Karang Taruna desa setempat Shokieb menambahkan ibu-ibu sebenarnya mau disuruh untuk bekerja dan menghasilkan, namun perlu dorongan saja. “Saya harap dari mahasiswa KKN dapat memberikan dorongan tersebut,” pinta Shokieb.

Diakhir acara, dilakukan pembagian contoh abon ikan tongkol yang sudah diolah terlebih dahulu oleh mahasiswa KKN Undip kepada ibu-ibu warga Desa Sarangmeduro untuk digunakan sebagai contoh. Diharapkan program kerja multidisiplin ini dapat bermanfaat bagi warga. Dan terpenting UMKM desa bisa terwujud dan berkembang dengan baik. (*)

Berita dan Foto : Tim KKN UNDIP Desa Sarangmeduro

Editor : Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here