Juliari P Batubara Tinjau Empat Proyek Bantuan CSR BUMN di Kendal

Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Juliari P Batubara meninjau hasil realisasi program CSR disela-sela kunjungan kerjanya di Desa Gempolsewu Rowosari, Senin (25/2/2019).

SIGIJATENG.ID, Kendal – Kerap dilanda banjir jika musim penghujan, bahkan jalan masuk perkampungan nyaris tak terlihat dan selalu becek, kini setelah dirabat beton, jalan pun menjadi mulus dan kondisinya baik. 

Hal itu yang sekarang dirasakan masyarakat Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kendal. Masyarakat pun senang setelah sejumlah ruas jalan perkampungan dibangun dengan menggunakan dana CSR. 

“Dulu sebelum di rabat beton, jalan perkampungan rusak dan sangat becek akibat banjir. Namun, setelah dibangun rabat beton dengan dana CSR dari berbagai pihak, jalan menjadi nyaman dan bermanfaat,” ujar Yatmini (24).

Sementara itu anggota DPR RI Fraksi PDI-P Juliari P Batubara disela-sela kunjungan kerjanya di Desa Gempolsewu mengatakan bantuan Coorporate Social Responsibility (CSR) ini dari beberapa BUMN yang diajukannya untuk diberikan ke desa tersebut. 

“Ada empat proyek bantuan CSR dari BUMN seperti PT Pelindo 3 dan PT Pertamina. Empat proyek itu yakni dua proyek rambat beton, revitalisasi Pasar Gempolsewu dan pembangunan paud,” terangnya, saat meninjau realisasi pemanfaatan CSR di Desa Gempolsewu, Senin (25/2/2019).

Dalam masa reses kunjungan kerjanya itu, Juliari P Batubara juga menyerap aspirasi sejumlah masyarakat nelayan mengeluhkan tentang terjadinya sedimentasi (pendangkalan) di Dermaga Sandaran kapal nelayan, di Desa Gempolsewu, Rowosari.

Salah satunya, Murtadi (52) nelayan Desa Gempolsewu mengaku pendangkalan di muara membuat para nelayan kesulitan mengangkut hasil tangkapan sebab kapal tidak bisa menepi akibat tingginya sedimentasi di dermaga kapal nelayan bersandar. 

“Kebanyakan nelayan harus berjuang terlebih dahulu dengan menceburkan diri ke tanah lumpur sedimentasi untuk mengangkut hasil tangkapan sebab kapal tidak bisa menepi ke dermaga,” ujarnya. 

Beberapa waktu yang lalu, lanjut Murtadi, muara dermaga juga baru saja dibersihkan. Namun belum ada seminggu setelah dibersihkan, sayangnya terjadi pendangkalan lagi. Hal itulah yang membuat nelayan menjadi berat. 

“Selama ini dibersihkan dengan cara manual dan tidak maksimal. Setiap, enam bulan sekali muara dermaga dibersihkan. Tapi seminggu kemudian, sedimentasi kembali muncul,” keluh dia mewakili puluhan nelayan lainnya. 

Menanggapi hal itu, Juliari P Batubara mengaku telah menyerap berbagai macam aspirasi dari masyarakat tak hanya proses penanganan pendangkalan dermaga saja.  

Namun, dirinya juga mendapat aspirasi masyarakat untuk pembuatan jembatan penghubung dengan desa seberang serta pembangunan rusunawa bagi para nelayan.

“Sudah saya komunikasikan dengan DPRD Kabupaten Kendal untuk melakukan dorongan bantuan alat berat agar ditempatkan di desa tersebut dari pemerintah provinsi. Selanjutnya, untuk pembangunan jembatan dan rusunawa nanti akan saya sampaikan aspirasi masyarakat ke Menteri PUPR,” tandasnya. (dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here