Inilah Alasannya, Pemkot Siapkan Perwal Anjuran Pengurangan Penggunaan Plastik

Limbah kantong plastik (pixabay.com)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang menghimbau kepada masyarakat Kota Semarang agar mengurangi penggunaan kantong plastik atau tas kresek dalam kegiatan harian.

Masyarakat pun dianjurkan menggunakan kantong organik untuk membawa barang-barang kebutuhannya maupun pada saat berbelanja.

Kepala DLH Kota Semarang, Muthohar mengatakan, rencana pengurangan penggunaan tas plastik akan diperkuat dengan Peraturan Wali Kota (Perwal). Saat ini, Perwal masih dalam tahap penggodokan di Bagian Hukum Setda Kota Semarang.

“Masyarakat tidak perlu resah karena kegiatan baru akan diterapkan setelah terbit Perwal. Sebagai gantinya, kami mengusulkan penggunaan kantong organik,” ujarnya, Kamis (14/3/2019).

Muthohar menerangkan, sampah plastik sangat membahayakan lingkungan karena proses terurainya mencapai 100 tahun lebih. Untuk itu, pihaknya kemudian mengambil sikap untuk mulai menyosialisasikan pengurangan penggunaan kantong plastik kepada masyarakat.

Dia menerangkan bentuk kantong tersebut kurang lebih hampir sama dengan kantong plastik. Hanya saja, bahannya berbeda sehingga diperkirakan dapat terurai dalam waktu sekitar tiga bulan.

“Nantinya juga akan ada evaluasi pelaksanaan kegiatan di masyarakat,” tambahnya.

Produsen Enviplast, Agit Punto Yuwono menyatakan, beberapa daerah di Indonesia telah menerapkan kebijakan untuk mengurangi maupun melarang penggunaan kantong plastik dan menggantinya dengan enviplast atau kantong organik. Enviplast merupakan kantong ramah lingkungan karena dibuat dari tepung tapioka. Berbahan singkong yang diolah dengan minyak kelapa sawit.

“Kantong organik ini setelah terurai akan menjadi kompos, sehingga lebih ramah lingkungan. Selanjutnya, seluruh supermarket, pusat perbelanjaan, perhotelan, dan restauran yang ada di Kota Semarang diminta untuk tidak menyediakan kantong plastik,” tukasnya. (dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here