Sholat Berjamaah Bersama Warga, Bupati Mirna Diminta Lampu Jalan dan Tunjangan Guru Madin

Bupati Kendal dr Mirna Annisa bersama forkompinda usai sholat magrib berjamaah di Masjid Baitussalam Desa Sudipayung Ampel, Rabu (13/3/2019) .(foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Bupati dr Mirna Annisa M.Si bersama jajaran dan forkopimda kembali berkesempatan melaksanakan ibadah sholat maghrib berjamaah di Masjid Baitussalam Desa Sudipayung Kecamatan Ampel, Rabu (13/3/2019) petang. 

Diakhir ibadah sholat berjamaah, Bupati Mirna juga menyempatkan berdialog langsung dengan masyarakat setempat melalui sebuah forum terbuka di teras masjid. 

“Saya menyampaikan terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dari panjenengan semua dan berharap silaturahmi ini bisa mempererat ikatan antara umaro, ulama dan masyarakat di Kabupaten Kendal khususnya masyarakat di Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel,” ucap Mirna.

Dalam dialog tersebut salah seorang warga Muh. Toha menanyakan mengenai dukungan Pemkab Kendal terhadap forum anak dan bantuan perpustakaan di desanya. Lalu Siti Muslikhah perwakilan ibu rumah tangga yang menginginkan adanya penerangan jalan desa dan sarana cermin cembung dipersimpangan jalan. 

Sedangkan penanya terakhir Rukamin mewakili forum RT menanyakan soal kesejahteraan RT, Guru TPQ dan minta pembangunan saluran irigasi pertanian. 

Menjawab tiga pertanyaan warga, Bupati Mirna dengan lugas dan santun memberikan jawaban dan meminta pada jajaran OPD terkait untuk bergerak cepat segera menangani permasalahan yang ada.

Disampaikan, sejak 2016 forum anak di Kabupaten Kendal sudah terbentuk. Kemudian pada tahun 2017 Pemkab telah banyak mengakomodir anak – anak berprestasi di Kabupaten Kendal untuk berlomba di tingkat provinsi dan nasional. 

“Hingga akhirnya Kabupaten Kendal mendapat predikat Kabupaten Layak Anak. Lalu mengenai permohonan perpustakaan akan dibantu, silahkan ajak anak – anak ke Kampung Literasi di Kecamatan Patean yang dibuat atas inisiatif masyarakat sendiri,” kata Bupati.

Terkait permasalahan lampu penerangan jalan, pihaknya akan segera memberikan bantuan melalui Dinas Perhubungan Kendal. Bahkan, terkait rumah tidak layak huni di Kecamatan Ngampel ada 40 rumah yang menerima bantuan rehab.

“Sejak tahun 2017, kesejahteraan RT termasuk dalam DD/ADD, Pemkab Kendal telah mengalokasikan 10% APBD untuk desa,” terang Mirna. 

Dijelaskan, bahwa di Kabupaten Kendal ada sebanyak 1.800 guru Madin dan TPQ yang terdaftar di Kementerian Agama. Anggaran yang dikeluarkan bagi para guru Madin dan TPQ sekitar 15 Milliar  untuk tahun 2019 ini. 

“Kami mengingatkan bagi guru Madin dan TPQ yang belum terdaftar di Kementerian Agama, agar segera mendaftarkan diri dan menyempurnakan administrasi di kantor tersebut,” jelasnya. 

Usai dialog, Ketua Baznas Kabupaten Kendal KH Ubaidillah memberikan bantuan zakat dari para muzaki PNS Pemkab Kendal berupa bantuan untuk Masjid Baitussalam sebanyak Rp. 5 juta, kursi roda 2 buah dan alat bantu jalan 2 buah. 

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Kendal. Turut hadir dalam kegiatan itu diantaranya Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita, Dandim 0715 Letkol Inf. Ginda Mohamad Ginanjar serta Sekda Kendal Moh. Toha. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here