Harlah Ke 73 Muslimat NU, Presiden Ingatkan Agar Satu Majelis Taklim Tetap Rukun Meski Beda Pilihan

Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Rais Aam PBNU KH Miftahul Ahyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indah Parawansa dan para Menteri di atas panggung dalam Peringatan Harlah Ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (27/1/2019) (foto sigijateng.id )

SIGIJATENG.ID- Jakarta – Presiden Joko Widodo menghadiri acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu pagi kemarin (27/1). Acara yang dihadiri sekitar 100 ribu orang itu berlangung khidmat dan lancar. Acara dimulai pukul 02.00 sampai pukul 10.00.

Presiden Jokowi hadir memakai kain sarung dan stelan jas gelap dengan  didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Sekitar pukul 07.20 Presiden masuk ke GBK disambut dengan shalawat Nabi yang dikumandangan Penyanyi Tomi, dan Hadad Alwi.

Sejumlah menteri juga menghadiri acara ini, yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Perhubungan Budi Karya, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sambil menyalami ibu-ibu Muslimat, Presiden kemudian bergabung dengan para kiai yang sudah menunggu di panggung utama yaitu Rais Aam PBNU KH Miftahul Ahyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj dan Sekjen Helmy Faisal, Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Panitia Yenny Wahid.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya mengingatkan, sebagai bangsa yang besar, dengan penduduk muslim terbesar di dunia untuk menjaga ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah Inasiyah atau ukhuwah Basariyah (persaudaraan sesama manusia) dan ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sebagai anak bangsa).

Presiden mengingatkan, tidak sedikit yang berselisih hanya karena berbeda pilihan. “Kalau sudah masuk hal-hal bersifat politik, kita ini sering lupa. Antar-kampung tidak saling ngomong, tidak saling sapa gara-gara pilihan bupati. Antar-tetangga tidak saling sapa, tidak saling omong gara-gara pemilihan gubernur,” kata Jokowi disambut gemuruh tepuk tangan.

“Di dalam majelis taklim yang sama tidak saling omong gara-gara pemilihan presiden. Lho, lho, lho, lho, lho hindari sikap seperti itu,’’ katanya.

Menurut Jokowi Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keberagaman dan kemajemukan. Dia mengawali pidatonya dengan mengabsen peserta yang datang dari seluruh penjuru nusantara.

Khatamkan Alquran 1.000 Kali

Rangkaian kegiatan Harlah Muslimat sudah dimulai pukul 02.00 dinihari. Diawali dengan ritual doa dengan shalat tahajut dan shalat hajat.

Menurut Ketua Panitia Harlah Yenny Wahid GBK yang kapasitas 74.000 orang, dijejali anggota Muslimat se-Indonesia lebih 100.000 orang. Makanya banyak yang tidak kebagian tempat terpaksa duduk lesehan di halaman GBK. “Bahkan karena jumlah bus yang luar biasa banyaknya, terpaksa banyak anggota Muslimat yang tidak masuk ke Gelora GBK,’’ kata putri mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid itu.

Sekitar pukul 03.00 tiba-tiba hujan deras mengguyur GBK, ini sedikit menggangu kekhusyukan shalat tahajut dan hajat sebagain sebagian besar ibu-ibu berlari berteduh di bawah atap GBK. Ada yan bertahan di tengah-tengah lapangan sampai Presiden Jokowi hadir.

Hadirin juga banyak yang menangis saat mereka berdiri ‘’Makhalul Qiyam’’ membaca bait-baid Barzanji dipimpin Habib Anis Sahab dan Majelis Shalawat Baitul Mustofa Sidoarjo Jatim. Suasana syahdu menjadi semangat ketika mereka menyanyikan lagu ‘’Syubanul Wathan’’ karaya KH Wahab Chasbullah. Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga ikut menyanyikan lagu itu sambil tangannya terus mengepal. Ritual selanjutnya adalah khataman 1000 kali Alquran. “Alhamdulillah khataman ini terbanyak sehingga dicatat oleh MURI sebagai rekor dunia, termasuk penampilan 999 penari sufi,” kata Khofifah Indar Parawansa, cagub Jatim Terpilih ini. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here