Miris, Jembatan Gantung Desa Putus, Pelajar Nekat Turun Menyeberangi Sungai

Beberapa siswa nekat melintas menyeberang sungai untuk pulang dan pergi ke sekolah karena jembatan rusak, Sabtu (2/3/2019) ( foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Diguyur hujan deras, jembatan gantung yang melintang di atas Kalibodri Dusun Cipluk Desa Sidokumpul Patean rusak dan terputus, Jumat (1/03/2019 petang. Selama ini, jembatan tersebut menjadi jembatan penghubung warga Desa Sojomerto Kecamatam Gemuh dan Desa Sidokumpul Kecamatan Patean.  Tak ayal, akses warga menjadi putus. Namun banyak yang nekat menyeberang dengan cara turun ke sungai, terpaksa pelajar.

Terputusnya jembatan disebabkan pondasi sebelah barat jembatan tidak kuat menahan derasnya terjangan ribuan kubik air yang mengalir hingga membuat pondasi jembatan roboh dan jembatan pun terputus. 

Inilah jembatan gantung diatas Kalibodri Dusun Cipluk Desa Sidokumpul Patean rusak dan terputus, Jumat (1/3/2019 petang.

Warga yang saban hari menggunakan akses jalan jembatan gantung itu, kini terpaksa harus memutar 20 KM untuk bisa sampai ke desa seberang. Bahkan tak sedikit warga yang tetap nekat menerjang kuatnya arus sungai agar bisa ke tujuan. Agar dapat menyebrang sungai para warga harus saling bahu membahu untuk menerjang arus sungai.

Nur Zaidun, warga Dusun Cipluk Desa Sidokumpul salah satunya. Dia mengaku terpaksa nekat memacu sepeda motornya menerjang arus sungai agar bisa sampai ke desa seberang.

Tak pelak, aksi nekatnya itu pun menjadi kendala sebab roda motor mengalami selip diantara bebatuan sungai Kalibodri yang arusnya masih deras. Hingga akhirnya sejumlah warga lainnya berusaha membantunya. 

“Mau bagaimana lagi, terpaksa saya nekat, sebab ingin menyampaikan undangan hajatan di desa seberang. Apalagi jika memutar terlalu jauh sampai 20 KM,” tukasnya, Sabtu (2/3/2019).

Zaidun menuturkan jembatan yang memiliki panjang kurang lebih 30 meter ini adalah akses vital bagi para warga. Baik akses untuk aktifitas para siswa yang sekolah di seberang sungai maupun ke desa lainnya.

“Akses jalan ini sangat vital bagi warga. Sebab digunakan untuk aktifitas warga sehari-hari, seperti anak-anak ke sekolah maupun warga yang akan ke desa seberang,” tuturnya. 

Senada dikatakan Subkhan, warga Desa Sojomerto ini yang selalu melewati jembatan gantung ini untuk menuju bekerja di sawahnya di Dusun Cipluk Desa Sidokumpul. “Saya pun juga harus nekat menyeberang sungai ini untuk dapat merawat sawah. Jika memutar arah, sangat jauh,” katanya.

Usai pulang bekerja di sawah, karena kondisi petang. Dirinya pun juga tidak berani pulang melewati sungai itu lagi. Sebab pada saat sore cuaca sering terjadi hujan arus sangat kuat dan deras sekali. 

“Bahaya jika saya melewati derasnya sungai, terlebih luapan air tinggi pada saat turun hujan. Harapannya segera diperbaiki, sebab jembatan ini sangat vital bagi warga,” tandasnya. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here