Menghilangkan Rasa Gelisah Akan Dosa-Dosa Masa Lalu, Begini Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya. (foto Thumbnail YouTube Al-Bahjah TV).

SIGIJATENG.ID – Sebuah segmen “Buya Yahya Menjawab” yang diunggah oleh kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Maret 2022 menampilkan beragam pertanyaan dari siapa saja yang sudah mengirimkan pertanyaan melalui telepo Kemudian pertanyaan tersebut akan mendapat penjelasan dari Buya Yahya.

Seorang penelepon bercerita bahwa dirinya seringkali dihantui oleh dosa-dosa masa lalu dalam perjalanannya hijrah untuk lebih dekat kepada Allah, saat ia terpuruk ia jadi merasa manusia paling berdosa dan menjadi putus asa, lalu ia bertanya apa yang dapat ia lakukan agar merasa yakin bahwa Allah Maha Pengampun.

Kemudian Buya yahya menjelaskan, “Untuk menuju rida Allah itu dijelaskan oleh para ulama, ibaratnya kit aitu dengan menggunakan dua sayap seperti burung, kalau hanya sebelah saja tidak bisa.”

“Sayap yang sebelah itu rasa takut atas hukuman yang akan Allah berikan tapi rasa takutnya jika tidak diimbangi dengan sayap sebelahnya itu harapan besar kepada pengampunan Allah maka tidak akan sampai.”

“Sehingga jika ada orang berdosa kemudian putus asa, maka sayapnya hanya sebelah, dia punya sayap hanya sebelah, takutnya pada Allah berlebihan tapi tidak dibarengi dengan harapan atau sebaliknya, orang yang memiliki harapan besar kepada pengampunan Allah tapi tidak memiliki takut sama sekali, ini namanya kurang ajar.”

“Maka harus ada keseimbangan antara harapan anda kepada Allah dengan rasa takut yang anda miliki. Ketika anda terpuruk, anda menyesal, sekuat-kuatnya penyesalan itu anda imbangi dengan harapan atas pengampunan Allah.”

“Atau sebaliknya, harapan anda kepada Allah sama besarnya dengan rasa takut anda. Jangan menggampangkan dosa-dosa yang anda perbuat.”

“Kemudian, pandangan terpenting itu pandangan Allah kalau ada orang berhijrah kemudian ada orang memandang picik. Pada zaman nabi, ada orang yang bertaubat kemudian dicaci maki dan diejek oleh orang lain. Maka orang yang mengejek itu mendapat teguran keras dari nabi.”

“jangan kau bantu setan dengan menjelek-jelekkan dia.” Artinya apa? Kalau kita membuat orang yang berdosa itu menjadi terpuruk karena cacian dan ejekan dari kita maka sebetulnya kita sedang membantu setan untuk membuat orang yang tadinya akan kembali kepada Allah jadi kembali berbuat dosa.

“Di sisi lain bahwasannya orang yang mencaci anda itu sudah bersekongkol dengan setan, maka anda jangan dengarkan dia. Kalau anda dengar bagaimana? Anda akan terpengaruh, kalau anda sudah berprinsip “yang terpenting aku dengar Allah” sudah itu selesai.”

“Kemudian kalau sudah diampuni oleh Allah di dunia maka tak akan tampak lagi di akhirat. Jadi anda yakin kemahaluasan Allah di dalam pengampunan dan anda yakin begitu pedih siksaan dari Allah.maka jadikan itu timbang menimbang Langkah anda menuju Allah.”

“Sebesar apapun dosa anda sejelek apapun diri anda yang mengangkat anda siapa? Allah, yang membersihkan anda siapa? Hanya Allah.”

Bahkan ada Sebagian orang yang disanjung manusia lain dan takut terpeleset dosa sombong maka ia sengaja menampakkan dosanya agar tidak disanjung lagi oleh manusia lain. (akhida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here