Menteri Agama Resmikan Yayasan Ar-Rois Wates Ngaliyan

Menteri Agama RI, Resmikan Mushola Kholil Bisri, Yayasan Ar-Rois Cendekia Kota Semarang.

SEMARANG (Sigi Jateng) – Yayasan Ar-Rois Cendekia yang berada di Jalan Anyar Duwet, Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang diresmikan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Senin (27/9/2021). Selain peresmian, juga sekaligus penandatangan prasasti pertama pembangunan pondok tersebut.

Menteri Agama RI, saat menandatangani peresmian Mushola Kholil Bisri, Yayasan Ar-Rois Cendekia Kota Semarang.

Dalam acara tersebut, hadir Kepala Kanwil Kemenag Jateng Musta’in, Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah,
Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng
Drs KH Muhammad Muzamil, Ketua Tanfidziyah PCNU Semarang Drs H Anasom, M.Hum, Kapolsek Ngaliyan Kompol Christian Christe Lolowang,
Danramil Ngaliyan, Lurah Wates
Yulita Ekowati, Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr Imam Taufiq, M.Ag, Ketua GP Ansor Jateng H. Sholahudin Aly,
Anggota Komisi D DPRD Jateng Muhammad Ngainirrichadl, Ketua IKA PMII Walisongo Dr. H. Ali Imron, S.H., M.Ag.

Pembina Yayasan Ar-Rois Cendekia Kota Semarang, Abdul Rouf menyampaikan rencana pembangunan pondok pesantren akan dimulai setelah peresmian tadi. Menurutnya, pembentukan yayasan tersebut dibentuk atas dasar tiga hal yaitu orientasi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi. Maka dari itu, pihaknya akan memulai membangun pondok pesantren di jenjang madrasah.

“Itu yang akan dilakukan di yayasan ini.
Seperti yang saya sampaikan bahwa madrasah ini di samping santri hafal Al-Quran juga nanti proses komunikasi siswa menggunakan bahasa Inggris,” terangnya.

Dijelaskannya, proses penjaringan santri di tengah pandemi yakni ia memastikan bahwa santrinya sudah dilakukan vaksinasi. Namun jika belum vaksinasi, pihaknya juga akan memberikan fasilitas vaksinasi di pondok tersebut.

“Proses menjaring santri, pertama kita pastikan seluruh santri sudah melakukan vaksinasi. Kalau belum kita bantu melalui yayasan untuk vaksinasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, Rouf menuturkan bahwa sekolah madrasah yayasannya akan menggunakan standar kurikulum Kementerian Agama yang dipadukan dengan kurikulum sekolahannya.

“Yayasan ini akan membangun madrasah sekaligus pondok. Tentu saja, standar kurikulumnya menggunakan kemenag sekaligus kombinasikan kurikulum madrasah sendiri, “paparnya.

Meski yayasan itu hanya membuka madrasah saja, namun ia menginginkan kedepannya akan membuka dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.

Kemudian, Rouf menargetkan siswa yang akan mendaftar di pondoknya sekitar 100 orang. Dimulai dari warga asal Semarang maupun luar daerah.

“Targetnya, awal tahun ada 100 santri sudah cukup. Pondok di sini, kita bebas tapi akan prioritaskan warga Semarang. Namun tak menutup kemungkinan, kita bisa menampung santri di seluruh Indonesia, ” ucapnya.

Dalam kesempatannya, ia membeberkan bahwa pondoknya siap untuk dilakukan proses belajar pada tahun ajaran 2022.

Saat ini, Rouf baru membuka proses rekrutmen pengajar di pondok pesantrennya.

“Siap dibuka pada tahun ajaran 2022. Sekarang sudah rekrutmen guru, bulan Desember sudah ditutup,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas berharap santri di Yayasan Ar-Rois Cendekia agar bisa meningkatkan kecerdasaan dalam menimba ilmu di pondok tersebut. Hal itu bertujuan agar para santri mampu kedepannya mampu menjawab tantangan zaman.

“Kita berharap mudah-mudahan menjadi tempat yang mendidik santri dengan baik agar ke depan santri bisa menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Yaqut juga mengatakan bahwa santri harus menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini. Keilmuan dan keluhuran akhlak yang santri miliki tentunya akan berpengaruh dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Santri adalah pemimpin masa depan, negara yang dipimpin oleh santri niscaya akan baik berjalannya, paparnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here