Warga Jepang Antusias Bermain Gobak Sodor di Jambore Kandeman, Begini Keseruannya

Keseruan permainan tradisional gobak sodor yang dimainkan peserta tim Jepang dan Indonesia dalam kegiatan perkemahan Jambore Ranting 2019 di Kandeman Batang, Selasa (13/8/2019). ( Foto Dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Batang – Permainan tradisional gobak sodor atau yang biasa orang kenal dengan istilah lain Galah Asin atau Galasin di Indonesia sudah terkenal dari dulu hingga sekarang. Permainan asli Indonesia ini seringkali banyak dimainkan sebab memiliki cara bermain dan manfaat yang bagus.

Permainan tradisional yang mulai terkenal dari daerah Yogyakarta ini, awal mula dilakukan oleh prajurit di zaman kerajaan sebagai latihan perang melawan musuh untuk melatih keterampilan. Bahkan sejarah ini mungkin masih sedikit sekali bagi masyarakat yang mengetahuinya.

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah kelompok orang dewasa bersama anak-anak pelajar di wilayah Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang ini. Terlebih, permainan gobak sodor yang spontan dilakukan pada saat kegiatan perkemahan Pramuka Jambore Ranting di Kandeman itu diikuti sejumlah orang dari negara lain yakni Negara Jepang, pada Selasa (13/8/2019).

Camat Kandeman, Dwi Riyanto AP.MM mengatakan kegiatan ini banyak menyita perhatian dari masyarakat sekitar dan para peserta kemah Jambore Ranting tahun 2019 ini khususnya. Sebab, permainan gobak sodor juga diikuti warga negara asing yakni dari Jepang yang turut memeriahkan acara tersebut.

“Antusiasme peserta permainan tradisional ini sangat tinggi. Terlebih, dimainkan secara spontan dalam rangka memeriahkan kegiatan perkemahan Jambore Ranting tahun 2019. Selain itu, para pemain juga diikuti sejumlah warga berkebangsaan asing (WNA) dari Jepang yang kebetulan bekerja di daerah Kandeman yakni di PLTU,” kata Dwi.

Menurutnya, permainan tradisional ini justru mengundang dan menyita perhatian dari semua masyarakat yang datang melihat serta dari peserta perkemahan. Sebab, permainan ini tidak ada dalam roundown acara tersebut dan dilakukan secara spontan. “Ternyata seru dan sangat meriah. Mereka (WNA), sangat kagum dan mengapresiasi kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Keseruan permainan tradisional ini, lanjut Camat Dwi, boleh dibilang merupakan exibhisi antara Indonesia dengan Jepang dalam memainkan permainan gobak sodor yang biasanya hanya dimainkan sejumlah 5 hingga 8 kelompok orang saja. “Tim dari Jepang mengaku terkejut dan senang mengikuti permainan ini, sebab hal itu tidak ada di negaranya,” imbuh Dwi.

Sementara itu, Mr. Sirokhi Yamashita mengapreasiasi kepada para peserta perkemahan Jambore yang antusias bisa bermain dengan tim Jepang. Dikatakan permainan yang mengutamakan tim work ini ada juga pembelajaran karakter dalam permainan tradisional gobak sodor tersebut.

“Kami sangat bangga dan senang bisa bergabung ikut dalam permainan tradisional ini. Sebab, dalam permainan tersebut juga mengedepankan pembelajaran karakter mengenai kerja tim atau tim work. Selain itu, permainan ini juga tidak ada di negara Jepang,” tukasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here