Peluang Terbuka, Ferry Firmawan Ajak Warga Produktif Usaha Bidang Boga

Anggota Komisi B DPRD Jateng H Ferry Firmawan, ST MT saat mengisi pelatihan di Desa Nglondong Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung

SIGIJATENG.ID, Semarang–  Banyaknya bahan baku serta sarana yang ada di lingkungan harus bisa produktif agar bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan keluarga. Jangan sampai bahan baku yang ada, seperti bahan-bahan boga hanya terbuang sia-sia, karena malas atau karena tidak tahu ilmunya.

“Di sekitar kita, apalagi di pedesaan, banyak hal yang selama ini belum digarap maksimal, misal bahan baku boga. Padahal jika digarap dengan benar dan sungguh-sungguh potensi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan di masyarakat kita sangat besar. Disinilah pentingnya pemerintah turun tangan,” kata Dr H Ferry Firmawan, ST. MT, anggota Komisi  B DPRD Jateng.

Hal ini disampaikan Ferry Firmawan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pelatihan dan Ketrampilan Usaha Produktif Bidang Boga yang digelar oleh Balatkop Dinas Koperasi dan UMKM Jateng bersama Dinperindag Kabupaten Temanggung pada tangal 12-16 Februari. Kegiatan digelar di tiga tempat, yakni di Desa Nglondong Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung,  Desa Selosabrang Kecematan Bejen Kabupaten Temanggung dan Desa Kranggan Kecamatan Kranggan Kebupaten Temanggung. Jumlah peserta di masing-maing tempat sebanyak 25 orang, mayoritas adalah ibu-ibu rumah tangga.

“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan.  Karena manfaatnya sangat banyak. Kami dari dewan tentu mendukung kegiatan seperti ini,” kata Ferry Firmawan, Jumat (15/2/2019)

Menurut Ferry Firmawan, pelatihan dan ketrampilan usaha produktif bidang boga seperti ini adalah sebagai sarana untuk menambah wawasan dan ketrampilan warga di bidang boga. Tujuannya agar terbuka peluang usaha bidang boga, karena usaha bidang boga termasuk salah satu usaha yang sangat menjanjikan dan menguntungkan. Sasaran usaha boga tidak hanya laga orang-orang di sekitar kita, namun juga orang-orang yang belum kenal bahkan sampai lintas negara.  

“Banyak bahan baku usaha boga di desa yang belum tergarap dengan maksimal. Misal pohong, ketela, madu klenceng dan lain-lain. Dari kegiatan ini, peserta mendapatkan ilmu bagaimana caranya mengolah bahan baku yang ada di sekitar bisa lebih produktif,” kata politisi partai Demokrat ini.

Pelatihan di Desa Kranggan Temanggung

Apalagi, kata Ferry, selama pelatihan mereka tidak hanya dilatih tentang bagaimana cara memproduksi yang baik dan berkualitas, namun juga dilatih tentang cara pengemasan agar menarik dan juga cara pemasarannya yang efektif dan jangkauan luas.  Jangan sampai, warga hanya pandai memproduksi barang namun kesulitan untuk menjualnya.

“Saya sampaikan, saat ini sarana untuk pemasaran barang tidak lagi hanya mengandalkan cara door to door. Bertemu dengan calon pembeli di pasar atau di kios. Namun bisa melalui online. Melalui internet. Dengan online pembeli yang datang bisa dari mana saja, bahkan luar negeri,” kata dia.

Tak kalah penting dari manfaat dari pelatihan dan ketrampilan usaha produktif bidang boga ini, tambah Ferry Firmawan, adalah  untuk menjaga kesehatan keluarga dari makanan sembarangan. Karena produksi boga yang diajarkan dalam pelatihan adalah produk-produk boga yang aman untuk dikonsumsi semua orang. Tidak menggunakan bahan-bahan sembarangan serta terjaga kebersihannya. Paska pelatihan, kalaupun belum bisa usaha bidang boga setidaknya peserta bisa membuat makanan  yang disukai keluarga utamanya anak-anak, namun tetap aman. Ini untuk menghilangkan kesukaan anak-anak sang suka jajan sembarang di luar rumah.

“Perlu diketahui oleh kita semua, penyakit bahaya yang mengancam anak-anak kita saat ini tidak hanya demam berdarah dengue (DBD) saja, namun makanan  atau minuman yang dibeli anak-anak kita di luar rumah, utamanya saat sekolah juga berbahaya.  Karena kita tidak tahu dengan pasti kondisi dan kebersihan makanan dan minuman yang dibeli anak-anak kita. Memang bisa jadi, saat sekarang tidak ada pengaruhnya, namun beberapa tahun mendatang baru muncul pengaruhnya,” ucapnya.

Manfaat lain dari pelatihan ini, kata Ferry, juga bisa mengisi waktu luang ibu-ibu di rumah dengan kegiatan positif. Utamanya bagi ibu rumah tanggan yang selama ini hanya dia tanpa aktifitas. “Ibu-ibu yang suaminya bekerja di luar rumah, kalau tidak ada kegiatan kebiasaanya adalah ngrumpi dengan tetangga. Dengan adanya pelatian seperti ini, waktu luang mereka bisa digunakan untuk hal-hal positif. Kegiatan ini adalah awal untuk langkah ke depan,” pungka Ferry. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here