Paska Banjir Kendal, Sejumlah Aliran Sungai Dipenuhi Sampah

Pusdataru Pemprov Jateng bekerjasama dengan OPD terkait Pemkab Kendal melakukan pengerukan sampah dan tanaman enceng gondok yang menutupi aliran Kali Buntu Kelurahan Langenharjo Kendal Kota, Selasa (29/1/201). ( foto dye/sigijateng.id).

KENDAL – Paska bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal selama dua hari terakhir menyisakan masalah baru. Yakni banyak sampah menumpuknya dan bahkan ada yang menutup aliran sungai. Sampah ini pula menjadi salah satu penyebab air meluap ke jalan dan menggenangi pemukiman warga.

Seperti tumpukan sampah di aliran sungai Kendal yang ada di tengah-tengah kota Kendal. Berbagai jenis sampah, mulai sampah rumah tangga hingga sampah tanaman yang mati dan hanyut terbawa derasnya arus sungai.

Menyiasati hal itu, pemerintah kabupaten Kendal melalui dinas terkait berupaya melakukan pembersihan sampah disejumlah titik. Sejumlah petugas kebersihan bahu membahu membersihkan sampah di sepanjang sungai Kendal begitu air telah surut, Selasa (29/1/2019).

Sampah yang memenuhi sungai tengah Kota Kendal sebelum dibersihkan petugas dan warga, Selasa (29/1/2019)

“Alhamdulilah banjir sudah surut dan kini tinggal sisa-sisa sampah yang mengendap. Tumpukan sampah ini tadi sudah dibersihkan oleh dinas terkait. Kami warga sekitar juga turut serta gotong royong membantu membersihkan,” ujar Suwardi (46) warga Pegulon Kendal.

Di tempat berbeda petugas dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air dan Penataan Ruang (PUSDA TARU) Provinsi Jawa Tengah tengah melakukan pengerukan tanaman enceng gondok disertai tumpukan sampah yang menutupi aliran Kali Buntu.

Petugas Pusdataru Jateng, Ade Darmawan mengatakan tumpukan sampah bercampur dengan tanaman enceng gondok masih banyak terlihat menggenangi aliran Kali Buntu yang ada di Kelurahan Langenharjo Kecamatan Kota Kendal.

“Tumpukan sampah sangat banyak, apalagi bercampur dengan tanaman enceng gondok yang berkembang biak bebas sehingga menutup aliran Kali Buntu. Akibatnya selain menutup aliran Kali Buntu menjadi terhambat dan meluaplah air ke daratan menuju pemukiman warga,” kata dia.

Disampaikan, pengerukan sampah dan tanaman enceng gondok yang menutupi aliran Kali Buntu ini merupakan kegiatan perawatan rutin. Pelaksanaannya juga bekerjasama dengan OPD terkait yakni dinas PUPR Pemkab Kendal dan Dinas LH Kendal.

“Tanaman enceng gondok disertai sampah menyumbat aliran Kali Buntu. Makanya kita lakukan pengerukan. Hal ini juga yang menjadi penyebab banjir, luapan air Kalibuntuk meluber ke jalan dan menggenangi pemikiman warga,” terangnya. Ade menambahkan, kegiatan pengerukan enceng gondok dan sampah di Kali Buntu ini akan terus dilakukan hingga aliran sungai lancar. (dye/ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here