Meriah, Ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomiharjo Hadiri Deklarasi JKSN Solo Raya

Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomiharjo bersama Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa hadir di tengah-tengah acara Deklarasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) wilayah Solo Raya di GOR Sritex Arena, Sriwedari, Laweyan, Solo, Sabtu (9/2.2019

SIGIJATENG.ID, Solo- Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Solo Raya dideklarasikan di GOR Sritex Arena, Sriwedari, Laweyan, Solo, Sabtu (9/2/2019). Deklarasi JKSN Solo Raya berlangsung meriah, karena selain dihadiri Ketua Dewan Pengarah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Khofifah Indar Parawansa, juga dihadiri Ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomiharjo. Hajjah Sechah Wal Afiyah ditetapkan sebagai Ketua JKSN Solo Raya.

Ibunda Jokowi juga ikut bersama-sama dengan ribuan orang yang hadir menyanyikan lagu ”Jokowi Wae”.

Ketua Pelaksana JKSN Solo Raya, Muhammad Andika mengemukakan acara deklarasi dalam memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 dihadiri sekitar 4.000 orang baik dari kiai hingga santri di puluhan pondok pesantren di Solo Raya.

“Deklarasi itu sebagai bentuk komitmen kami terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin. Deklarasi ini tidak hanya untuk kepentingan Pilpres 2019, tetapi juga untuk ajang konsolidasi kiai dan santri ahlusunah waljamaah,” papar Andika

Ditambahkan Andika, deklarasi ini menunjukkan komitmen dan rasa optimistis bagi JKSN untuk bersama membangun jaringan se-Soloraya guna memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sementara, Khofifah Indar Paransa dalam sambutannya sempat menyinggung Fadli Zon yang baru saja membuat puisi berjudul ”Doa Yang Ditukar”.

Dia menyarankan agar Fadli Zon segera meminta maaf secara terbuka. Puisinya yang berjudul ‘Doa Yang Ditukar’, kata Khofifah menyakiti para santri yang menghormati KH Maimoen Zubair (Mbah Moen).

”Saya berharap Bang Fadli dengan besar hati segera minta maaf. Jadi itu (permintaan maaf) akan sangat baik bagi beliau untuk saat ini,” tegas publik figur yang terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur tersebut.

Khofifah sangat menyayangkan proses berpolitik kerap menimbulkan benturan dengan menggeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya diucapkan. Berpolitik itu seharusnya saling menghormati bukan saling menjelekkan orang lain. ”Kita bangun kekerabatan kehidupan kebangsaan harus tetap terjaga. Saya secara pribadi berharap Bang Fadli Zon akan terbuka hatinya untuk meminta maaf,” tegasnya.

Disisi lain, pada deklarasi JKSN Solo Raya ini Khofifah menyatakan gembira karena hadirnya sosok wanita yang melahirkan Joko Widodo, Sudjiatmi Notomiharjo. Menurutnya,  Ibu Sudjiatmi Notomiharjo adalah sosok wanita hebat, dan bisa dijadikan inspirasi dan teladan, utamanya kaum ibu-ibu.

“Ibu-ibu Muslimat bisa bertanya kepada Bu Noto bagaimana riyadzohnya bisa melahirkan seorang anak yang menjadi Wali Kota kemudian Gubernur dan Presiden,” katanya disambut tepuk tangan.

Sedang Ketua JKSN Jateng Agus Sofwan Hadi, menambahkan  deklarasi JKSN Solo Raya paling meriah karena dihadiri ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Solo, Her Suprabu maupun Ketua Tanfidziyah PCNU Surakarta, Muhammad Mashuri, KH Sutrisno Yusuf dari Wonogiri, KH Syuada dari Cilacap dan lain-lain. ”Daerah lain Ketua JKSN kebanyakan laki-laki. Di Solo Raya ketuanya wanita, Ibu Hajjah Sechah Wal Afiyah,” kata Agus. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here