Jasad Sri Setijawati Korban Pembunuhan di Kali Bodri Belum Ditemukan

Tim Search and Resque (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal bersama Satreskrim Polres Kendal masih terus mencari jasad korban pembunuhan (Sri Setyowati) yang mayatnya dibuang pelaku di Kali Bodri, Selasa (19/2/2019). (foto ady/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Jasad korban pembunuhan (Sri Setijawati) yang mayatnya dibuang pelaku di Kali Bodri hingga Selasa (19/2/2019) sore  belum ditemukan.  Tim Search and Resque (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal bersama Satreskrim Polres Kendal masih melakukan pencarian.

Petugas gabungan melakukan penyisiran sejak hari Senin (18/2) lalu, dari lokasi titik awal pembuangan jasad korban hingga muara sungai di Pilang, Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Selasa (19/2). 

Kepala BPBD Kendal, Wiwit Andariyono mengatakan pencarian terhadap korban dimulai lagi dari titik awal tempat pembuangan jasad dibawah jembatan Sungai Bodri, Brangsong. “Hal itu kami lakukan, barang kali jasad korban yang dimasukkan ke karung tersangkut,” katanya.

Bahkan pencarian jasad korban, pihaknya mengaku juga meminta bantuan Badan Search and Resque Nasional (Basarnas) Jateng. Namun, belum ada tanggapan, sebab jasad dibuang bukan korban orang hilang. Melainkan orang yang dibunuh lalu dibuang ke sungai.

“Kami tetap berupaya dan terus mencari, sebab ini permintaan dari Polres Kendal untuk kepentingan penyelesaian kasus dugaan pembunuhan. Jika masih juga belum diketemukan juga, maka kami akan evaluasi dengan perluasan area pencarian sampai ke laut,” terangnya.

Tim SAR BPBD juga mengaku kesulitan, lantaran waktu pembuangan sudah lebih dua tiga hari sejak Jumat (15/2) malam kondisi sungai masih sedang pasang. “Kemungkinan jasad sudah sampai laut, mengingat arus sungai yang deras dan volume air mengalami pasang,” jelas Wiwit.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugraha juga ikut terjun memantau pencarian jasad Sri warga Pandean Lamper Gayamsari Kota Semarang itu. Ia mengatakan pencarian jasad akan terus dilakukan untuk menguatkan barang bukti yang sudah ada. 

Pencarian jasad korban ini penting untuk menentukan motif pelaku dalam melakukan pembunuhan. Termasuk berapa kali korban menusuk korban dan menusuk bagian mana sehingga mengakibatkan korban sampai meninggal dunia.

Bahkan, pihaknya hingga kini juga memeriksa sejumlah saksi baik dari pihak keluarga korban dan keluarga pelaku. Menurutnya, dari pemeriksaan yang ada tidak ada hubungan khusus antara pelaku Ashar dengan korban. “Kalau mengacu keterangan saksi, tidak ada hubungan khusus ataupun hubungan asmara. Sebab perbedaan umur keduanya juga sangat jauh. Ashar usianya baru 31 tahun sedangkan Sri Setijawati 48 tahun. Jadi perbedaan umurnya hampir 17 tahun, lebih tua yang perempuan,” tandasnya. (dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here