Inilah Pengakuan Anak-anak Paud saat Menaiki Bus Wisata Si-Kenang

Anak - anak Pendidikan Anak Usa Dini (Paud) Taman Belia Candi Semarang berfoto di samping Bis Si Kenang, Kamis (14/3/2019). ( foto dian/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Dinas Perhubungan Kota Semarang dan BLU Trans Semarang mengenalkan transportasi umum kepada anak-anak usia dini. Hasilnya, tanggapan positif pun didapat dari anak – anak Pendidikan Anak Usa Dini (Paud) Taman Belia Candi Semarang. 

Salah satunya, Faeyza Putra Aryatama, wajahnya sumringah ketika melihat bus double decker berwarna merah yakni Si-Kenang. Bagaimana tidak, baginya jika menaiki Si-Kenang adalah pengalamannya yang hebat.

“Busnya besar ya, tingkat. Pasti bisa melihat pemandangan dari dalam sana, ” ujarnya polos, saat menaiki Si Kenang, Kamis (14/3/2019).

Bersama 52 siswa lainnya anak-anak diajak untuk menikmati bus wisata yang dimiliki Pemkot Semarang itu. Dengan rapi, para anak-anak ini kemudian dipersilahkan naik Si-Kenang.

Berangkat dari halaman Museum Ranggawarsito Semarang, bus berwana merah ini mengajak anak-anak melintasi beberapa tempat wisata di Semarang, seperti, Kota Lama, Lawang Sewu, Simpang Lima, Kampung Pelangi dan Klenteng Sam Poo Kong.

“Anak-anak memang sengaja dikenalkan untuk naik angkutan umum. Sekarang Semarang punya transportasi yang nyaman, murah dan aman yakni Trans Trans Semarang dan tempat wisata di Semarang,”  kata kepala PAUD Taman Belia Candi Semarang, Bunda Citra.

Saat ini habitat genarasi muda, bisa dibilang kurang meminati transportasi umum. Kebanyakan dari mereka lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ataupun motor untuk berangkat sekolah, sehingga kerap membuat kemacetan. “Pengenalan pada transportasi umum ini dilakukan agar mereka kedepan mau menggunakan transportasi umum,” tambahnya.

Sementara itu, kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan jika saat ini minat masyarakat untuk menggunakan Trans Semarang cukup tinggi, termasuk pelajar yang jumlahnya mengalami kenaikan setiap tahunnya. “Kurun waktu dua tahun terakhir, jumlah pelajar yang menggunakan Trans Semarang mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” katanya.

Dari data yang ada, pada tahun 2017 lalu jumlahnya mencapai 2.583.880 pelajar. Sedangkan pada tahun 2018 jumlahnya naik menjadi 3.144.032 pelajar, dan data pada Januari dan Februari tahun 2019 masing-masing berjumlah 310.321 dan 284.773 orang pelajar. “Bagi pelajar, dikenakan tarif khusus yakni Rp 1.000. Sementara untuk masyarakat unum Rp 3.500, harapan kami moda transportasi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelajar,” paparnya.

Sampai akhir Maret ini, lanjut Ade, juga ada tarif khusus bagi pengguna Trans Semarang jika melakukan pembayaran non tunai menggunakan Go-Pay, yakni potongan tarif sebesar 50 persen. (dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here