Ekspor Komoditi Hasil Laut Kota Semarang Capai 3.463 ton

Rajungan, salah satu komoditi ekspor unggulan hasil laut.

SIGIJATENG.ID, Semarang –  Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Semarang mencatat, ekspor hasil perikanan di wilayahnya bulan Februari 2019 mencapai 3.463 ton.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masih 2.150 ton pada tahun 2018 atau meningkat 61 persen. Jika dibandingkan bulan Februari 2017, volume ekspor sebesar 1.736 ton, angka ekspor tumbuh sebesar 99,5 persen.

Kepala BKIPM Kota Semarang, Raden Gatot Perdana mengatakan, total ada 62 jenis komoditi laut yang diekspor selama Februari kemarin. 10 komoditi yang diekspor dengan jumlah terbanyak, yakni rajungan, udang, kepiting, surimi, cumi-cumi, nila, sisik ikan, kerang, teri dan ikan ayur.

“Hasil laut dengan volume ekspor terbanyak meliputi surimi asal Jawa Tengah yang mencapai 559 ton dengan nilai Rp 18 miliar. Disusul udang, 382 ton dengan nilai sebesar Rp 42 miliar dan rajungan dengan nilai ekspor Rp 44 miliar dengan jumlah volume yang dikirim ke luar negeri sebanyak 145 ton,” ujarnya, Rabu (27/3/2019).

Gatot menambahkan, komoditi ekspor tersebut untuk kebutuhan bagi 18 negara dari ujung Semenanjung Malaka hingga ke negara tepi pantai utara Benua Eropa.

Dari 18 negara tujuan ekspor, terdapat 10 negara tujuan dengan volume ekspor tertinggi yaitu Amerika Serikat, Jepang, China, Taiwan, Malaysia, Korea, Thailand, Hongkong, Belanda serta Singapura. “Tiongkok, menjadi negara pengimpor terbesar selama Februari kemarin. Volume ekspor dari Jateng dengan tujuan ke Tiongkok mencapai 881 ton. Lalu disusul Jepang dengan volume 732 ton dan Amerika Serikat dengan volume ekspor 341 ton,” tukasnya. (dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here