30 Driver BRT Semarang Pecat, Inilah Kesalahan Mereka

SIGIJATENG.ID, Semarang – Bus Rapid Trans ( BRT) Semarang mendapat 756 keluhan dan saran selama tahun 2018. Pelayanan driver menjadi keluhan nomor satu paling banyak yang disampaikan pengguna BRT.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti membenarkan jika pelayanan driver menjadi keluhan yang terbanyak diterimanya. Selain itu, beberapa keluhan seperti kondisi bus, pelayanan petugas dan kondisi shelter menjadi keluhan menjadi perhatiannya.

“Totalnya ada 756 keluhan dan saran, yang masuk dikelompokkan menjadi beberapa  klasifikasi, antara lain armada tidak merapat shelter 49, pelayanan driver  171, kondisi bus 97, kondisi shelter 77, Interval waktu pelayanan 28, pelayanan petugas 88, tiket  26,  jalur tidak sesuai  2, komplain rute 44, komplain penumpang penuh 1,  permintaan jalur khusus  1, permintaan penambahan shelter 74, permintaan penambahan armada 42, penambahan jam layanan 39, permintaan penambahan rute 17,” urai Ade Bhakti, Selasa (29/1/2019).

Adapun keluhan dan saran tersebut, lanjut Ade, diteima baik melalui call center 1 5000 94, Media Sosial antara lain: WhatsApp, Instragram, Twitter, Facebook, SMS, dan Lapor Hendi.

“Keluhan dan saran dari pengguna jasa diperlukan untuk terus  memperbaiki pelayanan BRT Trans Semarang kepada pengguna jasa dan masyarakat. Keluhan dan saran yang diberikan memotivasi kami untuk terus berbenah,” imbuhnya.

“Sementara itu, selama tahun 2018 Sebanyak 30 Driver yang tidak dapat memberikan pelayanan maksimal saat operasional armada, baik ngebut, menerobos lampu merah, Laka, tidak disiplin, telah kami keluarkan”, tukasnya. (Dian/Rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here