Cegah Intoleransi Radikalisme dan Ektrimisme, Aman Indonesia dan Fatayat NU Sukoharjo Adakah Sekolah Perdamaian

SUKOHARJO (sigijateng)  — Sosialisasi Sekolah Perempuan Perdamaian di SukoharjoAMAN Indonesia bekerjasama dengan Fatayat NU Sukoharjo telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Sekolah Perempuan Perdamaian di Aula Lembah Manah Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad (5/9).

Fasilitator AMAN Indonesia, Siti Hanifah,M.Pd menyampaikan, sosialisasi tersebut merupakan upaya untuk memperkuat kepemimpinan perempuan serta memperkuat resiliensi komunitas untuk menangkal radikalisme dan terorisme kekerasan di Sukoharjo. Untuk itu, baik AMAN Indonesia maupun Fatayat NU berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan tersebut menjadi sebuah kelas rutin setiap sebulan sekali agar para perempuan mampu menjadi fasilitator diwilayahnya masing-masing.

“Perlu dicatat, bahwa isu radikalisme dan terorisme di Indonesia semakin meningkat dan ada perubahan peta aktor yang sebelumnya perempuan merupakan korban, namun semakin kesini justru menjadi aktor,” kata Siti Hanifah.

Untuk itu, Siti menambahkan, kelas sekolah perempuan perdamaian diharapkan mampu menjadi strategi dalam upaya preventive keterlibatan perempuan dalam radikalisme dan aksi terorisme. Selain itu ada 4 modul dalam kegiatan tersebut. Yang pertama adalah transformasi individu, penguatan pengetahuan terkait gender dan perdamaian. Kedua, transformasi relasional, komunikasi tanpa kekerasan, mediasi, negosiasi. Sedangkan modul 3 adalah transformasi struktural, untuk advokasi kebijakan perlindungan perempuan dan anak, sedangkan modul yang ke 4 transformasi kultural, terciptanya budaya menerima perbedaan di masyarakat. 

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini para pengurus dan anggota Fatayat NU mampu untuk menjadi perempuan cerdas dalam menanggapi isu isu sosial di Sukoharjo,” harapnya.

Sementara Ketua Panitia Kegiatan Sosialisasi Sekolah Perempuan Perdamaian, Rina Puji Handayani mengatakan, dengan adanya sekolah perempuan yang bertemakan pemantapan sekolah perempuan perdamaian dengan harapan Fatayat NU bisa menginisisai ruang perjumpaan yang berbeda diantara kelompok yang berbeda. “Fatayat NU sebagai penggerak utama dalam pencegahan intoleransi radikalisme dan ektrimisme di Kabupaten Sukoharjo,” kata Rina.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 40 Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat Sukoharjo dan dua staff AMAN Indonesia sebagai fasilitator tersebut bertujuan dalam upaya edukasi dan memberdayakan perempuan dimulai dari pengurus Fatayat NU Sukoharjo. Selain itu untuk membangun kesadaran kritis dan kepedulian sosial pada perempuan serta masyarakat. (Riya)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here