Dr Ifada Ajak Dosen Unwahas Semarang Suka Menulis di Media Massa, Begini Alasannya

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Dr Ifada Retno Ekaningrum SAg MAg berfoto bersama dengan para dosen peserta Pelatihan Penulisan dengan narasumber Agus Fathuddin Yusuf dari Suara Merdeka. (dok sigijateng.id )

SIGIJATENG.ID, Semarang – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Dr Ifada Retno Ekaningrum SAg MAg mengingatkan kepada para dosen di Unwahas Semarang memiliki kemampuan menuangkan gagasan melalui tulisan. Kemampuan menulis di media massa bagi dosen merupakan suatu keharusan, karenanya harus terus diasah.

“Alhamdulillah. Saya bersyukur karena beberapa dosen Unwahas sudah dikenal secara luas lewat tulisan mereka di media cetak nasional. Dengan begitu, gagasan, pikiran, atau hasil penelitian para dosen akan dibaca dan dinikmati secara lebih luas oleh publik dan lebih bermanfaat buat masyarakat banyak jika dibandingkan dengan menulis di jurnal,” kata Ifada Retno Ekaningrum saat membuka Pelatihan Menulis di Media Massa bagi Dosen Unwahas, (22/1/2019).

Meteri pelatihan disampaikan Wartawan Suara Merdeka Semarang Agus Fathuddin Yusuf.

Menurut Ifada, akan lebih baik apabila banyak dosen Unwahas lebih produktif lagi menuangkan ide-ide pemikiran pembangunan melalui tulisan dalam bentuk artikel opini di media massa nasional. Dengan begitu, dosen Unwahas bisa dikenal kepakarannya dalam dunia akademik secara luas di level nasional.

 “Kalau menulis di jurnal yang membaca kalangan tertentu, kalangan ilmiah saja, tapi kalau menulis di media massa cetak elektronik dan online dibaca banyak orang dari berbagai lapisan,” katanya.

Sementara Agus Fathuddin Yusuf mengatakan, untuk mahir menulis tidak perlu banyak teori. Yang lebih penting adalah perbanyak praktik menulis. “Terus mencoba. Kalau perlu dipaksa. perlahan-lahan tapi pasti akan bisa sendiri,” katanya.

Ada lima hal yang menjadi pedoman untuk menulis di media yaitu aktual, orisinalitas, kredibilitas penulis, cepat dalam penyajian dan menggunakan bahasa Indonesia standar yang baik dan benar.

Pelatihan Menulis diikuti 30 orang peserta dari berbagai Fakultas yang ada di lingkungan Unwahas Semarang. (Wahyu S/Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here