Diguyur Hujan Deras, Kendal Diterjang Banjir, Tanah Longsor dan Pohon Tumbang

Jalan di perkampungan di Patukangan dan Kauman Kendal Kota yang dipenuhi genangan air setelah hujan semalam, Rabu (6/2/2019). (dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Diguyur hujan deras disertai angin yang terjadi di wilayah Kabupaten Kendal, sejak Selasa sore hingga malam hari (5/2/2019) mengakibatkan beberapa pohon tumbang di sejumlah tempat. Bahkan juga terjadi tanah longsor dan banjir cukup dalam.

Data BPBD Kendal menyebutkan pohon tumbang terjadi di ruas jalan Weleri Sukorejo Desa Sidumukti Kecamatan Weleri, depan SMK Negeri 1 Kendal. 

Sedangkan bencana tanah longsor berupa tebing hingga menutup akses jalan juga terjadi di Desa Surokonto dan Desa Pagergunung Kecamatan Pageruyung. 

Kepala BPBD Kendal, Wiwid Andariyono mengatakan, ada lima pohon tumbang yang menutup ruas akses jalan Weleri Sukorejo di Desa Sidomukti. Satu di antaranya menimpa mobil pick up yang melintas, beruntung tidak ada korban jiwa, meski mobil mengalami kerusakan. 

Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di depan SMK Negeri 1 Kendal Kecamatan Patebon dan Desa Surokonto Wetan yang juga sudah ditangani petugas pada malam hari itu juga. 

“Ada sekitar lima pohon yang tumbang dan menutup ruas jalan Weleri Sukorejo, tepatnya di sebelah atas dekat Goa Bunda Maria. Di malam itu juga kami bersama anggota relawan langsung membersihkan,” kata dia, Rabu (6/2/2019).

Selanjutnya, malam itu juga bencana alam berupa tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di Dusun Sumurpitu Desa Pagergunung dan Dusun Bulupitu Desa Surokonto Kulon Kecamatan Pageruyung. 

Material longsoran menutup akses jalan antar desa sekitar. Esok harinya, Rabu pagi petugas BPBD Kendal bersama warga desa setempat kerja bhakti membersihkan lumpur tanah longsor di sekitar lokasi. 

Wiwid menyampaikan, kejadian lainnya yakni banjir bandang yang terjadi di Dusun Pakis Desa Sidomukti Kecamatan Weleri menimpa 8 rumah warga. Banjir terjadi sekitar pukul 23.00 WIB malam itu masuk rumah warga setinggi kurang lebih 1 meteran.  

Meski tidak ada korban jiwa, namun rumah warga sebagian rusak, perabot dan seisi rumah terendam air banjir. Selanjutnya, penghuni di 8 rumah diungsikan ke rumah warga lainnya yang aman dari banjir.

Tingginya genangan air banjir untungnya bisa diatasi setelah petugas dari BPBD Kendal menurunkan sekitar 4 unit pompa penyedot air. “Jika tidak disedot, airnya sulit surut, sebab lokasinya cekung, dan saluran pembuangan air terhambat bangunan sekitar,” terang Wiwid.

Terpisah, akibat luapan Kali Kendal banjir juga terjadi di Kelurahan Patukangan Kecamatan Kendal hingga menggenangi pemukiman padat penduduk. Menurut Maryono (52) warga setempat, banjir terjadi mulai Rabu pukul 03.00 pagi dinihari. 

“Area sini merupakan daerah langganan banjir yang selalu terjadi pada musim hujan, sebab lokasinya lebih rendah dari bibir sungai,” ujarnya.  Warga berharap pemerintah melalui pihak terkait untuk melakukan pengerukan sungai. Sebab, kondisi sungai yang dangkal menyebabkan sungai tidak mampu menampung air lebih banyak, hingga akhirnya meluber dan meluap ke permukiman warga. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here