Antisipasi Kerawanan Jelang Pemilu, Kesbangpol Gelar Rakor Strategis Aktual

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kendal menggelar rapat koordinasi masalah strategis dan aktual dalam rangka pemantapan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Pendopo Pemkab Kendal, Rabu (10/4/2019). ( foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Menyikapi permasalahan perkembangan isu politik jelang pelaksanan Pemilu 2019 yang terjadi di sejumlah daerah wilayah di Jawa Tengah khususnya, kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kendal menggelar rapat koordinasi masalah strategis dan aktual dalam rangka pemantapan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Pendopo Pemkab Kendal, Rabu (10/4/2019). 

Bupati Kendal dr Mirna Annisa melalui Wabup Masrur Masykur menyampaikan pelaksanaan pesta demokrasi ini merupakan agenda setiap lima tahun sekali dalam memilih pemimpin. Tentunya perbedaan pilihan ini harus menjadi pemersatu dan perekat bangsa. 

“Mari jadikan perbedaan pilihan ini bukan menjadi ajang perselisihan. Namun, sebagai sarana pemersatu pelaksanaan pesta demokrasi. Jaga selalu kondusifitas lingkungan dan ciptakan rasa nyaman, tertib, damai dan sejuk selama proses Pemilu berlangsung,” katanya. 

Wabup berpesan melalui kegiatan pesta demokrasi ini merupakan sebuah momentum yang sangat berpengaruh demi kemajuan pembangunan bangsa. “Mari sukseskan Pemilu 2019 ini dengan mempereratkan persatuan dan kesatuan bangsa, dengan tidak saling menjatuhkan satu sama lain. Gunakan hak pilih secara baik demi masa depan bangsa,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP. Hamka Mappaita menyampaikan kejadian di sejumlah daerah seperti di Jogja dan Solo beberapa waktu lalu jelang pelaksanaan Pemilu ini seharusnya tidak perlu terjadi. 

“Saya berharap kejadian tersebut jangan sampai terjadi di wilayah Kabupaten Kendal. Dan saya sangat percaya kondisi dan kultur masyarakat Kendal yang agamis dan bergotong royong bisa menciptakan suasana yang kondusif, nyaman, sejuk dan damai,” tuturnya. 

Kapolres menegaskan, bercermin dari perkembangan informasi saat ini dengan adanya kepentingan agama dijadikan isu yang besar dalam pelaksanaan pemilu adalah hal yang sangat tidak baik dan memunculkan kerawanan. 

Menurutnya, pelaksanaan Pemilu tahun ini sangat masif, jauh berbeda dengan pemilu sebelumnya. Kerawanan ini tentu menjadi sebuah ancaman bagi kesatuan bangsa dalam mewujudkan pesta demokrasi. 
“Jangan sampai agama dijadikan sebagai isu dan dibenturkan pada pelaksanaan Pemilu 2019 yang akan digelar serentak pada 17 April mendatang. Sehingga akan muncul gangguan kamtibmas di beberapa daerah. Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh siapapun yang ujung-ujungnya memecah belah persaudaraan,” terang Kapolres. (dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here