Warga Sebut Gas LPG 3 Kg Langka Barang, Per Tabung Tembus Rp27 Ribu, Disdagkop UKM Kendal Beri Penjelasan Begini

Ilustrasi - Gas LPG 3 Kg Per Tabung Tembus Rp27 Ribu, Disdagkop UKM Kendal Beri Penjelasan Begini. Foto: humas Pemprov Jateng.go.id

Kendal (sigijateng.id) – Di awal ramadhan 2024 lalu hingga kini, sejumlah warga di Kabupaten Kendal masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram (kg). Langkanya barang, justru menjadikan harga jual cukup tinggi untuk bisa menebus gas melon tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop) UKM Kendal, Toni Ari Wibowo saat dimintai konfirmasi terkait hal tersebut menjelaskan, saat ini tidak terjadi kelangkaan gas LPG 3 kg di Kabupaten Kendal.

Pihaknya menyebut, sulitnya mendapatkan gas melon tersebut lantaran banyak warga yang melakukan panic buying jelang Ramadan kemarin.

“Sebenernya untuk gas LPG 3 kilogram itu tidak langka, namun kan masa-masa seperti ini banyak yang panic buying makanya mereka beli banyak dan imbasnya jadi susah carinya,” kata Toni melalui sambungan telepon, Senin (18/3).

Sementara itu, salah satu warga Penyangkringan di Kecamatan Weleri mengaku untuk bisa mendapatkan gas melon ukuran 3 kilogram dirasakan sangat sulit. Tak hanya itu, misalkan bisa memperoleh barang pun, harganya juga cukup tinggi.

“Susah mencari gas melon 3 Kg saat ini mas. Namun, begitu bisa mendapatkan barang, harganya sangat tinggi,” ujar Khuswatun (39) ibu rumah tangga yang memiliki 3 anak ini.

Menurutnya, tarif harga normal gas LPG 3 kilogram per tabung kisaran Rp 20 ribuan.

“Iya bagaimana lagi, meski harganya mahal dan mencapai Rp 27 ribu per tabung, mau tidak mau tetap saya beli,” sambungnya.

Hal serupa juga dirasakan Taryono (54) warga Sambongsari. Dia mengatakan, gas melon ini langka di pasaran hingga di tempat agen gas.

Kondisi tersebut, justru membuatnya tidak bisa memasak dan memilih membeli makanan cepat saji.

“Semakin boros kalau beli makanan. Mau gimana lagi, gas buat masak saja langka. Saya nyari ke desa lain juga gak ada stok. Semoga ada solusi untuk ketersediaan stoknya juga,” katanya.

Dihubungi terpisah, menyikapi hal tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Sugiono bakal mengambil Langkah cepat. Salah satunya yakni melaksanakan rapat koordinasi dan akan bersurat kepada Pertamina terkait penambahan stok gas melon di Kabupaten Kendal.

“Saat ini belum terjadi kelangkaan. Kami akan mengambil Langkah dengan berkoordinasi terlebih dahulu bersama PGN untuk mendapatkan solusinya,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini