Santri Baru PTNQ MAN 1 Kudus Angkatan VII Tahun 2024 Mulai Masuk Asrama, Begini Pesan Pengasuh Pondok

Foto bersama usai acara, (dari kiri ke kanan) Ustadz H Ahmad Afif Anwar AH (pengasuh PTNQ), Drs H Taufik M.Pd (kepala MAN 1 Kudus), Aris Syaefudin Zuhri (wali santri) Mas’luin (wali santri) dan Drs H Cipto Saputra, SPf, MPd, (Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 1 Kudus). ( foto dok sigijateng)

KUDUS (sigijateng.id) –  Santri baru Pondok Tahfidz Nurul Qur’an Madrasah Aliyah Negeri 1 (PTNQ MAN 1)  Kudus Angkatan VII Tahun 2024 mulai masuk asrama, Rabu (10/7/2024).

Jumlah santi baru Angkatan VII tahun 2024 sebanyak 76 orang siswa putra putri, yang nantinya akan terbagi menjadi dua kelas, yakni kelas X-5 IPA, dan X-6 IPA.

Sama seperti tahun-tahun kemarin, para santri Angkatan VII ini juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Kalimantan bahkan ada yang berasal dari Pekanbaru Riau.

Santri PTNQ MAN 1 Kudus menempati asrama gedung megah tiga lantai yang lokasinya 200 meter selatan kampus induk MAN 1 Kudus di Jalan Conge Ngembalrejo Bae Kudus.

Masuknya santri baru angkatan VII tahun 2024 diawali dengan Pertemuan Wali Santri Baru Angkatan VII Pondok Tahfidz Nurul Qur’an MAN 1 Kudus dengan Kepala MAN 1 Kudus dan pengasuh PTNQ MAN 1 Kudus, Rabu (10/7/20204). Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangung lancar.

Susunan acara pertemuan wali santri baru angkatan VII, diawali dengan pembukaan. Kemudian dilanjut dengan pembacaan Tilawatil Qur’an oleh Amir Kullal. Setelahnya adalah sambutan-sambutan, yakni sambutan perwakilan wali santri yang disampaikan oleh H Aris Syaefudin Zuhri SAg, sambutan kepala MAN 1 Kudus Drs H Taufik M.Pd, sambutan komite MAN 1 Kudus Drs Agus Musthofa, dan sambutan Mundir Pondok dilanjut dengan  Doa oleh Drs KH Manshur, MSi yang diwakili oleh Ustadz H Ahmad Afif Anwar AH, kemudian penutup.

Aris Syaefudin, wali santri baru angkatan VII saat memberikan sambutan. ( foto dok sigijateng)

Wakil wali santri baru angkat VII Aris Syaefudin Zuhri dalam sambutannya mengatakan, memiliki anak yang menuntut ilmu di MAN 1 Kudus sekaligus menjadi santri PTNQ MAN 1 Kudus adalah rejeki dari Allah dan harus disyukuri. Karena tidak banyak anak-anak, yang bersekolah SLTA sambil mondok di pesantren dan bahkan mau menghafal AL Qur’an.  

“Alhamdulillah, tahun ini anak-anak kita berkesempatan belajar di PTNQ MAN 1 Kudus. Tujuan dan harapan kita dan anak-anak kita  adalah pada saat lulus nanti tidak hanya dapat ijazah MAN saja, namun juga selesai menghafal Al Quran 30 juz. Semoga dimudahkan dan diwujudkan Alah ,” kata Aris Syaefudin.

Memiliki anak yang agar berhasil menghafal Al Quran dibutuhkan perjuangan keras, tekad kuat dan doa terus menerus. Elemen yang menentukan kesuksesan anak bsa menghafal Al Quran tidak saja si anak sendiri, keberadaan orang tua dan lembaga pendidikan juga menentukan.  Jika tiga elemen itu bisa saling mendukung, bisa sama-sama berjuang,  maka akan bisa terwujud.

“Agar anak-anak betah dan krasan dan bisa hafal Al Quran 30 juz, mari, kita sebagai orang tua, kita ikhlas melepas anak-anak masuk pondok. Selanjutnya kita pasrah dan percaya sepenuhnya ke pengasuh pondok PTNQ MAN 1 Kudus. Pengasuh pondok akan membimbing dan membina dengan baik. Dan selanjutnya kita yang dirumah terus berdoa dari rumah. Ketika ada perasaan kangen, langsung berdoa, membaca Al Fatikhah, memohon kepada Allah, berdoa agar anak kita kerasan dan bahagia di pondok,” kata wali santri dari Kota Semarang ini.

Aris Syaefudin meyakini PTNQ MAN 1 Kudus adalah lembaga pendidikan yang bisa mewujudkan cita-cita para santri. Jadi tidak salah jika PTNA MAN 1 Kudus manjadi pilihan untuk tempat belajar anak-anak kita yang ingin menjadi hafidz Al Qur;an.

“Tahun 2024 ini yang masuk PTNQ MAN 1 Kudus adalah anak kedua saya. Dia ingin mengikuti jejak kakaknya yang dulu juga santri PTNQ angkatan 1 tahun 2018. Anak saya yang minta sendiri masuk ke sini. Alhamdulillah,” katanya.

Sementara, kepala MAN 1 Kudus Drs H Taufiq mengatakan, terima kasih atas kepercayaan bapak dan ibu semua memasukkan anaknya di PTNQ MAN 1 Kudus. Dan selamat kepada bakap ibu yang putra -putrinya diterima di PTNQ MAN 1 Kudus.

“Selamat datang di PTNQ MAN 1 Kudus. Putra putri bapak ibu adalah orang orang pilihan Allah. Sebagai informasi, jumlah pendaftaran program PTNQ MAN 1 Kudus sangat banyak, namun karena kapasitasnya hanya dua kelas, maka kita tidak bisa menerima semua pendaftar,” kata Taufik.

Taufik menyatakan, sejak PTNQ MAN 1 Kudus berdiri tahun 2018 hingga Angkatan VII tahun 2024, memang jumlah pendaftarnya berlebih dan terus meningkat. Itu karena mereka tahu akan keberadaan PTNQ MAN 1 Kudus. Program tahfidz MAN 1 Kudus memang tidak sama dengan yang dijalankan oleh madrasah lain, dan ternyata itu membuat masyarakat suka dengan PTNQ MAN 1 Kudus, terbukti jumlah perndaftar terus meningkat.

“Terima kasih atas testimoni dari wali santri tadi. Tanpa kita harus banyak bicara, testimone dari wali santri tadi sangat berharga bagi kami. Apa yang dikatakan bisa membuat banyak tahu dan tertarik dengan PTNQ MAN 1 Kudus,” kata Taufiq serasa menjelaskan panjang lebar kepada wali santri, tentang program yang diterapkan di PTNQ MAN 1 Kudus.  

Wali santri baru PTNQ MAN 1 Kudus angkat VII. ( foto dok sigiteng)

“Masuk di PTNQ MAN 1 Kudus selain tetap mendapat pelajaran sekolah seperti siswa MAN regular, juga anak-anak akan bisa hafal Al Quran 30 Juz. Kemudian anak-anak juga akan pinter berkomuniasi menggunakan Bahasa Arab dan Inggris, karena dua bahasa itu menjadi bahasa harian anak-anak santri PTNQ,” terangnya.  

Selanjutnya, Taufik juga mengajak kerja sama yang baik dengan para wali santri, agar apa yang menjadi cita-cita santri, yakni lulus MAN dan hafal Al Quran 30 Juz  bisa terwujud.

“Kita ini sudah menjadi keluarga, keluraga besar. Mari kita bisa saling bekerja sama. Jika ada persoalan bisa dibicarakan untuk mencari jalan keluarnya,” paparnya.

Sementara, pengasuh pondok Kiai Manshur, MSi dalam pesannya yang disampaikan oleh Ustadz H Ahmad Afif Anwar AH, meminta kepada semua santri untuk taat terhadap semua aturan yang diterapkan di pondok, dan juga patuh kepada pengasuh dan para ustadz.

Dan kepada orang tua wali santri juga bisa mendukung penuh apa yang menjadi program pondok, serta bisa ikut mencipatkan suasana agar anak-anaknya merasa betah dan bahagia di pondok.

“Kebanyakan orang tua akan merasa berat, kangen ketika anaknya masuk pondok. Itu wajar. Ikhlaskan anak-anak di pondok. Kalau kangen, langsung berdoa, doakan agar anak baik-baik saja di pondok,” katanya.

Selanjutnya, santri baru itu akan mulai mengikti program kegiatan awal masuk kelas X MAN 1 Kudus pada Sabtu, 13 Juli 2024 mendatang.(as)

Berita Terbaru:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini