Sambangi Korban Gempa di Batang, Pj Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Senilai Rp 392 Juta

Pemprov Jateng salurkan bantuan kepada korban terdampak gempa di Batang senilai 392 Juta. Foto: Istimewa

Batang (sigijateng.id) – Pemerintah provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp 392 juta untuk para korban gempa Batang. Bantuan secara simbolis diserahkan Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana kepada Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat di perumahan Ar Raya, Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, Rabu (10/7).

“Saat kami memberikan bantuan pada masyarakat dalam bentuk sembako, apakah itu beras atau kebutuhan masyarakat yang lain. Ada sekitar 392 juta, bantuan yang kami berikan sampai saat ini,” kata Nana.

Ia menyebut bahwa bantuan tidak hanya untuk sembako, tapi juga untuk rumah rusak kategori berat. Tiap rumah rusak berat mendapat bantuan Rp 15 juta dari provinsi Jateng.

Nana menyebut jumlah rumah rusak ringan 197 unit, rusak sedang 61 unit, dan rusak berat 13 unit. Total rumah rusak di Kabupaten Batang mencapai 271.

“Ada empat yang roboh, dan sembilan rusak berat. Itu akan kami bantu untuk rehab dan perbaikannya,” jelasnya.

Jumlah korban gempa yang terdata mencapai 13 orang. Rinciannya, 12 sudah pulang dan satu orang masih dirawat karena patah tulang.

Beberapa sekolah juga mengalami kerusakan antara lain SDN Kalisalak, SMPN 7 Batang serta 3 SMK swasta yang masuk kategori berat.

“Beberapa fasilitas umum juga 5 masjid dan 22 fasum, 1 pasar dan 1 jembatan. Alhamdulillah masyarakat yang terpapar tidak ada pengungsian. Kembali ke rumah masing-masing. Yang roboh dan rusak berat tinggal sementara di rumah saudaranya,” jelasnya.

Gempa tersebut juga menegaskan pentingnya mitigasi bencana dan standar bangunan tahan gempa. Mitigasi bencana bukan hanya sekadar persiapan, tetapi langkah proaktif untuk mengurangi dampak buruk dari gempa yang bisa terjadi kapan saja.

“Di Batang baru sekali terjadi gempa bumi, dan ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Kami akan bekerja sama dengan BMKG, pemerintah, TNI, dan Polri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi,” terang dia.

Ia juga menyebutkan bahwa, masyarakat yang terpapar tidak ada yang mengungsi dan dapat kembali ke rumah masing-masing. Bagi yang rumahnya roboh atau rusak berat, sementara tinggal di rumah saudara.

“Dengan adanya langkah-langkah mitigasi yang tepat dan komitmen dari berbagai pihak, diharapkan kejadian seperti ini dapat dikelola dengan lebih baik di masa depan, sehingga masyarakat lebih siap dan terlindungi dari dampak buruk gempa bumi,” pungkasnya.  (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini