Realistis, Tim Biliar Jateng Diberi Target Tiga Emas di PON XXI Aceh-Sumut

Ketua Umum Pengprov POBSI Jateng Willyanto (kaos putih) dan Sekretaris Umum KONI Jateng Ade Oesman (rompi merah) berfoto bersama tim Pelatda Sentralisasi cabor biliar di Merdeka Pool, Pekalongan. (Foto dok koni jateng)

PEKALONGAN (sigijateng.id) – Ketua Umum Pengprov POBSI Jateng Willyanto SE optimis bisa kembali mempersembahkan tiga emas untuk warga Jateng di PON XXI Aceh-Sumut, medio September mendatang.

Hal tersebut tersebut Willyanto saat menerima kunjungan Tim Monev KONI Jateng terdiri dari Sekretaris Umum KONI Jateng Achmad Ris Ediyanto dan Wakabid Binpres Rudy Tjahjanto yang berkunjung ke tempat pelatda biliar di Merdeka Pool, Kota Pekalongan, Rabu (6/6/2024).

“PON XX Papua biliar Jateng meraih tiga emas. PON mendatang kami menargetkan minimal meraih tiga medali emas, Kalau melihat materi atlet kami rasanya target tersebut tidak berlebihan. Target yang realistis,’’ ujar Willyanto, serasa memastikan sebagian besar atlet Pelatda Sentralisasi cabor biliar sudah pernah main di event PON.

Mendampingi Willyanto menerima kunjungan Tim Monev KONI Jateng adalah Kepala Pelatda Buntat dan pelatih biliar Purnomo Kosasih.

Buntat menambahkan, peluang Jateng untuk mendulang tiga medali emas di PON XXI mendatang masih terbuka, meski di babak kualifikasi PON lalu cabor biliar hanya meraih dua medali emas.

“Target kami tetap tiga medali emas, melihat semangat latihan di Pelatda Sentralisasi ini kami optimitis,’’ kata Purnomo nenambahkan.

Sementara itu Sekretaris Umum KONI Jateng Achmad Ris Ediyanto menegaskan, selama ini kontribusi cabor biliar untuk Kontingen Jawa Tengah dari PON ke PON tidak pernah mengecewakan. Tercatat sejak PON 2012 Riau sampai PON 2021 Papua, selalu menyumbangkan medali emas. Bahkan di PON 2026 Jabar, cabor biliar meraih juara umum.

Untuk itu, di PON 2024 Aceh-Sumut, KONI Jateng meminta secara tegas cabor biliar minimal menyumbangkan tiga medali emas, seperti yang dilakukan saat PON 2021 Papua. ‘’Tidak ada ceritanya cabor biliar tidak berkontribusi medali emas untuk Kontingen Jateng,’’ ujar Ade oesman-panggilan akrab- Achmad Ris Ediyanto.

Menurut Ade Oesman, hasil babak kualifikasi PON lalu memang mengecewakan. Namun, kekecewaan tidak boleh berlarut-larut. “Pelatda Sentralisasi selain mematangkan soliditas tim, juga menyatukan misi bersama,” tambah Ade Oesman.

Pada saat monev hadir tujuh atlet dari 10 atlet Pelatda Sentralisasi cabor biliar. Salah satu pebiliar andalan Jateng Ricky Yang tidak terlihat bersama teman-temannya. ‘’Kebetulan Ricky Yang sedang ada keperluan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan di Bogor,’’ ujar Buntat.

Ade Oesman mengingatkan, yang harus dijaga oleh Tim Biliar Jateng di PON Aceh-Papua adalah mental bertanding dan konsistensi. Untuk itu pelatih diminta untuk ‘ngemong’ para pebiliar agar mampu menjaga kondisi, sehingga peak performancenya muncul saat tampil di PON Aceh-Sumut.

“Kami yakin, tim pelatih sudah memiliki program dan strategi untuk menjaga kondisi para atlet. Apalagi sebagian besar atlet Pelatda Sentralisasi langganan tampil di PON,’’ tambah Ade Oesman.

Berikut Tim Pelatda Sentralisasi cabor biliar Jateng.

Kepala Pelatda Buntat

Pelatih Purnomo kosasih

Atlet-atlet

  1. Ricky Yang
  2. Yoni Rahmanto
  3. Rizkha Affandy
  4. Rico Dela Wijaya
  5. Bambang S
  6. Toan Fauzi
  7. Sumarno
  8. Ronaldo
  9. Tan Kiong An

10. Vinda M. (aris)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini