Puluhan Juta Uang BUMDESMA Tawangharjo Grobogan Raib, Polisi Belum Berhasil Mengungkap

Kantor Bumdesma UPK Tawangharjo. (Foto sugiono/sigi jateng)

Grobogan (Sigi Jateng) – Hingga Dua pekan lebih pasca raibnya uang puluhan juta rupiah milik Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Tawangharjo dan juga sudah dilaporkan ke Kepolisian, Minggu (3/03/2024) oleh Direktur Bumdesama UPK Tawangharjo Kuncoro, namun hingga kini belum ada titik.

Kepolisian belum juga bisa mengungkapnya serta masih mengalami kesulitan dalam pengungkapan. Alat bukti berupa linggis yang dipakai acuan pelaporan oleh Direktur Bumdesma masih belum kuat sebagai bahan penyelidikan. Masyarakat berharap, agar segera mungkin polisi bisa mengungkapnya, karena UPK Tawangharjo tidak hanya kali ini bermasalah dalam mengelola keuangan. Sejumlah kepala Desa di Kecamatan Tawangharjo yang Notebene memiliki saham menduga jika raibnya puluhan juta uang tersebut hanya rekayasa yang dilakukan oleh orang tertentu.

Tentu saja jika dugaan adanya rekayasa dalam kasus tersebut benar adanya, pelapor bisa terancam sesuai Undang undang yang berlaku karena dianggap telah membuat laporan palsu ke Polisi. Atas aksinya tersebut, pelaku terancam dikenakan sanksi dalam Pasal 220 KUHP, yaitu barangsiapa yang memberitahukan atau mengadukan bahwa ada terjadi sesuatu perbuatan yang dapat dihukum, sedang ia tahu bahwa perbuatan itu sebenarnya tidak ada, dihukum penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan.

Kapolsek Tawangharjo AKP Umbarwati kepada wartawan mengatakan, jika kurangnya alat bukti yang didapat di lokasi kejadian, mengakibatkan sulitnya mengungkap kasus pembobolan laci BUMDESMA. Pihaknya juga masih melakukan penyelidikan dan pendalaman, sementara Tim Inafis juga masih kesulitan untuk menemukan bukti yang kuat dalam kasus pencurian itu. Alat bukti petunjuk sebuah linggis yang dibawa ke Polsek Tawangharjo banyak terdapat sidik jari tak beraturan. Tekstur dari linggis itu juga sangat tidak rata, sehingga menambah kesulitan dalam pemeriksaan sidik jari.

“Tekstur alat bukti berupa linggis tersebut tidak rata sehingga menambah sulitnya dalam pemeriksaan sidik jari,” jelas Kapolsek.

Masih menurut AKP Umbarwati, untuk bukti lainnya belum ditemukan, termasuk adanya CCTV di lokasi saat kejadian dalam kondisi mati atau rusak. Sedangkan hasil dari klarifikasi para saksi dan pelapor juga belum mengarah ke bukti. Untuk itu hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

Sementara itu, Pengawas BUMDESA Tawangharjo Adi Winarno geram. Pihaknya mengatakan, mengenai laporan kasus pembobolan laci bumdesma pada kepolisian meski para investor meski tidak begitu serius menanggapi, namun pihaknya tetap berharap agar kasus ini bisa segera ada titik terang. Karena hal ini sudah dilaporkanya ke kepolisian, sehingga ini sudah selazimnya menjadi wewenang kepolisian.

“Selaku investor Bumdesma, atas laporan yang disampaikan oleh Direktur Bumdesma pada kepolisian, para Kades tidak begitu peduli, karena itu sudah ranah Kepolisian. Meski demikian kawan-kawan tetap menuntut pengembalian dana tersebut,” tegas Adi Winarno.

Adi juga mengatakan, sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) uang yang sudah diinvestasikan ke Bumdesma sudah menjadi tanggungjawab pengurus. Hal ini juga sesuai hasil Musyawarah Antar Desa (MAD) dan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) para pengurus memiliki tanggungjawab pengelolaan dana tersebut. Sehingga ketika terjadi apapun harus siap bertanggung jawab.

Camat Tawangharjo Joko Supriyanto menilai jika pengurus BUMDESMA telah “Sembrono” karena menyimpan uang aset BUMDesma yang bernilai besar di dalam laci. Sebagai catatan, Bumdesma Tawangharjo sudah dua kali mengalami kasus keuangan. Kasus awal terjadi saat Bumdesma masih bernama UPK, seorang oknum pengurus terbukti menilep uang negara dengan nilai lebih dari 600 jt. Hingga pelaku berakhir dengan vonis penjara. Sedangkan kasus kedua, adalah raibnya uang yang disimpan di kantor BUMDESMA.

Sementara itu, Direktur Bumdesma Tawangharjo kuncoro, ketika dikonfirmasi melalui telepon terkait perkembangan kasus raibnya uang Bumdesma, pihaknya enggan menanggapinya. (gik)

Baca Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini